Juliana Rotich
671,486 views • 9:33

Hidup di Afrika adalah hidup di ujung, Secara perumpamaan dan harafiah ketika kamu memikirkan tentang komunikasi sebelum 2008. Walaupun intelektualitas manusia dan konektivitas maju pesat telah terjadi di Eropa dan di belahan dunia lainnya, tapi seperti terputus di Afrika. Pada akhirnya terjadi juga, pertama oleh kapal ketika kita mengalami masa pencerahan, Revolusi Ilmiah dan juga Revolusi Industri. dan sekarang kita mengalami Revolusi digital. Revolusi-revolusi ini belum terjadi dengan merata di seluruh benua dan bangsa. Tidak pernah merata.

Ini merupakan peta kabel serat optik bawah laut yang menyambungkan Afrika dengan bagian lain di dunia. Yang membuat saya kagum yaitu Afrika telah mengatasi masalah geografisnya. Afrika sekarang tersambung dengan bagian lain di dunia dan dengan bagian lain dari dirinya. Masalah konektivitas telah meningkat dengan baik, walaupun masih ada beberapa kendala. dalam konteks inilah hadir Usahidi.

Pada 2008, salah satu masalah yang kita hadapi yaitu kurangnya aliran informasi. Pada 2008 terjadi sensor media, ketika terjadi kekerasan setelah pemilihan di Kenya. Masa-masa itu merupakan masa tragis dan sulit. Jadi kami bersepakat untuk membuat perangkat lunak yang dinamakan Ushahidi. dan Ushahidi berarti "kesaksian" atau "saksi" dalam bahasa Swahili. Saya sangat beruntung dapat bekerja dengan dua rekan yang hebat. Ini adalah David dan Erik. Saya memanggil mereka kakak dari lain ibu. Sangat jelas saya mempunyai seorang Ibu Jerman di suatu tempat sana. dan pertama kali kita bekerja sama membuat dan mengembangkan Ushahidi. dan ide dari perangkat lunak ini adalah untuk mengumpulkan informasi dari SMS, Email dan Web, dan membentuk sebuah peta jadi Anda dapat melihat apa yang sedang terjadi dan dimana tempatnya, dan Anda dapat memvisualiasi data tersebut. dan setelah prototipe pertama, kita mulai membuat piranti lunak yang gratis dan open-source supaya yang lain tidak harus memulai dari awal seperti yang kita jalani

Bersamaan dengan itu, kita juga ingin kembali membantu komunitas teknologi lokal yang telah membantu kami mengembangkan Usahidi dan mendukung kami pada masa-masa awal. dan untuk itulah kita membuat iHub di Nairobi, Sebuah tempat nyata dimana kita dapat berkolaborasi, dan ini merupakan sebuah bagian yang tidak terpisahkan dan ekosistem teknologi di Kenya Kami melakukan itu dengan dukungan beberapa organisasi seperti Yayasan McArthur dan Jaringan Omidyar.

dan kita dapat mengembangkan jejak piranti lunak ini, dan beberapa tahun kemudian menjadikannya piranti lunak yang berguna, dan kami sangat terhormat ketika piranti ini digunakan di Haiti dimana warganya dapat mengetahui di mana mereka berada dan apa keperluan mereka, dan juga berurusan dengan hasil dari krisis nuklir dan tsunami di Jepang. Pada tahun ini Internet (di Afrika) berusia 20 tahun, dan Usahidi berusia 5 tahun.

Ushahidi bukan merupakan piranti lunak yang dibuat oleh kami sendiri tapi juga tim dan komunitas yang menggunakan teknologi ini dengan cara yang tidak kita ketahui sebelumnya. Kami juga tidak dapat membayangkan akan ada begitu banyak peta di seluruh dunia. Ada peta krisis, peta pemilihan, peta korupsi dan bahkan peta pemantau lingkungan padat. Kami bangga bahwa piranti ini dapat berakar di Kenya dan dapat berguna bagi sebagian orang di seluruh dunia mencoba untuk mencari tahu isu-isu berbeda yang sedang mereka hadapi Masih ada banyak lagi yang kami lakukan untuk menyelami ide kepintaran bersama-sama, dan saya, sebagai seorang warga negara jika saya membagi pengetahuan dengan alat apapun yang saya miliki, dapat memberitahu Anda apa yang sedang terjadi, dan jika Anda melakukan hal yang sama, kita dapat memiliki gambaran besar dari apa yang sedang terjadi.

Saya menetap kembali ke Kenya pada tahun 2011. Erik menetap pada tahun 2010. Kenyataan yang sangat berbeda. Saya dahulu tinggal di Chicago dimana terdapat akses internet yang luas. Saya tidak harus menghadapi urusan mati lampu. dan di Kenya, kenyataannya sangat berbeda dan satu hal yang masih tertinggal walaupun sudah ada begitu banyak berkembangan dan revolusi digital adalah permasalahan listrik. Rasa frustrasi dari hari ke hari ketika harus menghadapi hal ini dapat dikatakan sangat mengganggu. mati lampu bukan sesuatu yang menyenangkan. Bayangkan ketika Anda sudah duduk dan siap untuk bekerja dan tiba-tiba lampu mati, dan sambungan internet Anda ikut terputus dengan matinya lampu, Anda harus mencari tahu, ok, sekarang, di mana modem-nya, bagaimana saya menyalakannya kembali? dan coba tebak? Anda harus berurusan dengannya lagi. Ini merupakan kenyataan di Kenya sekarang, di mana kami tinggal, dan bagian lain di Afrika.

Masalah lain yang juga kami hadapi yaitu biaya komunikasi yang masih merupakan tantangan Saya harus mengeluarkan 5 Shillings Kenya (Mata uang Kenya), atau .06 USD (sekitar Rp.600) untuk menghubungi Amerika, Kanada atau Cina. Tebak berapa yang harus saya keluarkan untuk menghubungi Rwanda, Ghana dan Nigeria (semuanya di Afrika) ? 30 Shillings Kenya. Biayanya 6 kali lipat untuk tersambung ke bagian lain Afrika. dan juga, untuk berkeliling Afrika, Anda akan mendapati biaya yang berbeda untuk operator handphone yang berbeda Ini adalah kenyataan yang harus kami hadapi.

Jadi kami memiliki gurauan di Ushahidi dimana kita mengatakan,"Jika hal itu dapat berjalan di Afrika, hal itu akan dapat dijalankan di manapun." [Kebanyakan teknologi digunakan untuk menetapkan fungsi. Kita menggunakan fungsi untuk menciptakan teknologi.] Bagaimana jika kami dapat mengatasi masalah dari Internet dan listrik yang tidak dapat diandalkan dan mengurangi biaya sambungan? Dapatkah kami mengembangkan "Cloud"? Kami telah membuat peta keramaian, Kami telah membuat Ushahidi. Dapatkah kami mengembangkan teknologi yang dapat dengan pintar bertukar pada saat Anda berpergian dari satu negara ke negara lain?

Kami melihat pada modem, sebuah bagian penting dari infrastruktur internet, dan bertanya pada diri sendiri, mengapa modem yang kita gunakan sekarang dibuat untuk konteks yang berbeda, dimana kamu mempunyai internet dan listrik di mana-mana, padahal kita di Nairobi dan kita tidak memiliki semua kemudahan itu. kita ingin mendesign ulang modem untuk negara berkembang, untuk konteks situasi kami, dan untuk kenyataan kami. Bagaimana kita dapat mempunyai sebuah konektivitas dengan gesekan yang lebih kecil?

Ini adalah "BRCK". Ia merupakan cadangan untuk tersambung ke Internet jadi, ketika terjadi pemadaman listrik, alat ini mengambil alih dan menyambungkan ke jaringan GSM terdekat. konektivitas mobile merupakan sesuatu yang umum di Afrika . Hal ini ada di mana-mana. Sebagian besar kabupaten setidaknya memiliki konektivitas 3G. Jadi mengapa tidak kita kembangkan? dan untuk itulah kami membuat ini. alasan lainnya yaitu ketika listrik padam, modem ini memiliki 8 jam baterai, Anda dapat meneruskan bekerja, Anda dapat terus menjadi produktif, dan dapat dikatakan Anda menjadi tidak terlalu stress. dan untuk daerah pedesaan, hal ini dapat menjadi pilihan utama koneksi.

Fungsi piranti lunak pada Ushahidi masih berperan ketika kita ingin mengetahui bagaimana kita menggunakan "Cloud" menjadi lebih pintar sehingga Anda dapat menganalisa jaringan berbeda, dan kapan saja Anda menyalakan Backup ini, Anda memilih jaringan tercepat, jadi kita akan dapat kemampuan Multi-SIM jadi Anda dapat memasukkan beberapa SIM, dan jika sebuah jaringan lebih cepat, Jaringan itulah yang Anda gunakan, dan jika waktu terhubungnya tidak bagus, Anda dapat menggunakan jaringan lainnya. Idenya di sini adalah agar Anda dapat terhubung di manapun Anda berada. Dengan pengimbangan Load, hal ini dapat dimungkinkan.

Hal lain yang menarik bagi kami — kami menyukai sensor — ide ini membuat Anda dapat memiliki jalan jalan menuju internet untuk banyak hal. Bayangkan sebuah stasiun pemantau cuaca yang bisa digabungkan ke sini. Ini dibuat secara modular supaya Anda dapat menggabungkan sebuah modul satelit sehingga Anda dapat memiliki koneksi internet bahkan di tempat-tempat terpencil.

dalam kesengsaraan dapat muncul sebuah terobosan, dan bagaimana kita dapat menolong pembuat dan koder ambisius di Kenya agar dapat luwes menghadapi permasalahan infrastruktur? dan untuk kami, kami memulainya dengan menyelesaikan permasalahan di halaman belakang rumah kami di Kenya.

Hal ini bukannya tanpa tantangan. Tim kami secara secara mendasar telah menjadi 'keledai' membawa komponen dari Amerika ke Kenya. Kami telah menjalani banyak percakapan menarik denan orang-orang cukai perbatasan. "Apa yang Anda bawa?" dan pembiayaan lokal tidak termasuk dalam ekosistem untuk mendukung proyek piranti keras. Jadi kami memasukkannya dalam paket awal kami dan saya sangat gembira melalui dukungan banyak orang, tidak hanya di sini tetapi juga secara online, BRCK telah diluncurkan dengan baik, dan sekarang bagian menarik untuk memperkenalkan hal ini kepada pasar dimulai.

Saya akan menutup dengan mengatakan, Jika kami memecahkan hal ini untuk pasar lokal, ini juga dapat memberi dampak bukan hanya untuk penulis kode di Nairobi tetapi juga untuk para pemilik bisnis kecil yang membutuhkan konektivitas yang dapat diandalkan, dan hal ini juga dapat mengurangi biaya sambungan, dan mudah-mudahan kerjasama antar negara-negara Afrika.

Idenya adalah blok-blok pembangun dari ekonomi digital adalah konektivitas dan bisnis mandiri. BRCK merupakan bagian kami untuk menjaga warga Afrika tersambung, dan membantu mereka dalam menggerakkan revolusi digital secara global.

Terima Kasih.

(Tepuk Tangan)