Robert Neuwirth

Kekuatan ekonomi informal

751,506 views • 12:29
Subtitles in 25 languages
Up next
Details
Discussion
Details About the talk
Transcript 25 languages
Translated by Antonius Yudi Sendjaja
Reviewed by Dewi Barnas
0:11

Dalam sistem D, ini adalah sebuah toko, foto ini saya ambil di Makoko pemukiman kumuh di Lagos, Nigeria. Dibangun di atas laguna, dan tidak ada jalanan dimana toko-toko biasanya berada, jadi tokonya datang ke Anda.

0:29

Dan dalam komunitas ini, ini adalah sinergi bisnis. Perahu yang didayung wanita tadi, perahu dan dayungnya dibuat oleh pengrajin ini dan langsung dijual pada orang-orang yang memerlukan perahu dan dayung.

0:43

Dan ini adalah bisnis global. Ogandiro membuat ikan asap di Makoko, Lagos, dan saya menanyakan dari mana ikannya berasal. Saya pikir dia akan menjawab, "Oh, dari atas laguna, atau mungkin dari negara Afrika lainnya," namun Anda akan senang mendengar ikannya berasal dari sini,dari Laut Utara. Ikannya ditangkap di sini, dibekukan, dikirim ke Lagos, diasapi, dan dijual dengan untung kecil di jalanan kota Lagos.

1:08

Dan ini adalah sumber bisnis. Ini adalah pembuangan Olusosun, tempat pembuangan sampah terbesar di Lagos, ada 2.000 orang yang bekerja di sini, yang saya ketahui dari orang ini, Andrew Saboru. Andrew menjadi pemulung di tempat pembuangan sampah ini selama 16 tahun, dan menabung cukup uang untuk menjadi "tukang timbang kontrak," yang berarti dia membawa timbangan dan berkeliling, menimbang berbagai benda yang dipungut orang dari tempat sampah itu. Kini dia menjadi penjual barang bekas. Di belakangnya adalah toko kecil miliknya, dan penghasilannya 2 kali lipat upah minimum di Nigeria.

1:42

Ini adalah pusat perbelanjaan. Ini adalah Pasar Oshodi di Lagos. Jorge Luis Borges menulis kisah berjudul "The Aleph," yaitu sebuah tempat di dunia dimana semuanya ada di sana, dan bagi saya, gambar ini adalah sebuah tempat di dunia dimana semuanya ada.

1:57

Jadi apa maksud saya dengan sistem D? Secara tradisional, sistem D disebut ekonomi informal, ekonomi bawah tanah, pasar gelap. Saya tidak menganggapnya seperti itu. Menurut saya sangat penting bagi kita untuk memahami bahwa pasar ini benar-benar terbuka. Anda bisa langsung menemukannya. Semua ini terjadi secara terbuka dan kasat mata. Tidak ada yang ditutup-tutupi. Prasangka kitalah yang mendefinisikannya pasar bawah tanah.

2:24

Saya membajak ungkapan "Sistem D" dari bekas koloni Perancis. Ada kata dalam Bahasa Perancis, "débrouillardise," yang artinya "mandiri," dan negara-negara bekas koloni Prancis mengubahnya menjadi Sistem D yang berarti ekonomi mandiri, atau ekonomi "Do It Yourself" (DIY).

2:43

Namun pemerintah tidak suka ekonomi mandiri, dan karena itulah — saya mengambil foto ini di tahun 2007, dan ini adalah pasar yang sama di tahun 2009 — dan saya pikir, waktu panitia Konferensi TED membahas mengenai keterbukaan radikal maksud mereka bukan jalanan harus terbuka dan orang-orang tidak lagi disana.

3:02

Saya rasa kita memiliki masalah "acar." Saya memiliki teman yang bekerja di pabrik acar. dan ketimun itu akan meluncur ke bawah ban berjalan ini, dan tugasnya adalah memilah ketimun yang tidak terlihat bagus dan memasukkannya ke kotak berlabel "nikmat," dimana ketimun itu dihancurkan dan dicampur dengan cuka, dan dijual untuk menambah untung. Inilah ekonomi acar. Kita semua berkonsentrasi pada — ini adalah data dari Financial Times yang keluar awal bulan ini — kita semua berkonsentrasi pada ekonomi mewah. Nilainya 1,5 triliun dolar per tahun, dan itu adalah jumlah yang sangat besar, bukan? Tiga kali Produk Domestik Bruto Swiss. Jadi jumlahnya besar. Namun jumlah itu harus diberi tanda bintang, yang menjelaskan jumlah ini tidak mencakup dua pertiga dari seluruh pekerja di dunia. 1,8 miliar orang di dunia bekerja dalam ekonomi informal yang tidak diatur. Angka itu sangat besar, dan apa artinya? Artinya adalah jika semuanya tergabung dalam satu sistem politik, sebuah negara, sebutlah "Republik Pedagang Jalanan Serikat" atau "Bazaaristan," nilainya adalah 10 triliun dolar setiap tahun, yang berarti adalah ekonomi terbesar kedua di dunia, setelah Amerika Serikat. Dan mengingat perkiraan bahwa sebagian besar pertumbuhan ekonomi dalam 15 tahun ke depan akan datang dari kekuatan ekonomi baru di negara-negara berkembang, ia akan dengan mudah menyusul Amerika Serikat dan menjadi ekonomi terbesar dunia.

4:41

Jadi implikasinya sangat besar, karena artinya disinilah lapangan kerja berada — dengan 1,8 miliar penduduk — dan disinilah kita dapat menciptakan dunia yang lebih sejajar karena orang-orang benar-benar bisa mencari nafkah dan berusaha, seperti yang dilakukan Andrew Saboru.

5:00

Bisnis-bisnis besar sudah mengetahui hal ini, dan yang mengagumkan dari slide ini bukan orang itu membawa kotak di atas kepalanya dan berlari tanpa menjatuhkannya. Tapi bahwa sosis gulung Gala adalah produk yang dibuat perusahaan global UAC foods yang beroperasi di wilayah Afrika dan Timur Tengah, namun sosis gulung Gala tidak dijual di toko-toko. UAC foods menyadari bahwa produknya tidak akan laku di toko. Produk itu hanya dijual oleh barisan pedagang jalanan. yang berlarian di jalanan Lagos, di terminal bus dan di tengah kemacetan dimana makanan kecil ini dijual, dan mereka sudah menjualnya seperti itu selama 40 tahun. Ini adalah rencana bisnis bagi perusahaan.

5:41

Dan tidak hanya di Afrika. Ini adalah Mr. Clean yang menatap mesra pada produk-produk Procter & Gamble lainnya, dan Anda tahu Procter & Gamble, statistik selalu menyebutkan bahwa Wal-Mart adalah pelanggan terbesar mereka, dan sebagai toko tunggal, itu benar. Wal-Mart membeli 15 persen produk mereka, sehingga 15 persen bisnis Procter & Gamble ada di Wal-Mart namun pangsa pasar terbesar mereka adalah sesuatu yang mereka sebut "toko frekuensi tinggi," yaitu semua kios-kios kecil, wanita yang berjualan di perahu, dan semua bisnis lainnya yang ada dalam Sistem D, ekonomi informal ini, dan Procter & Gamble menghasilkan 20 persen keuntungan mereka dari pangsa pasar ini, dan inilah satu-satunya pasar yang masih tumbuh. Jadi Procter & Gamble berkata, "Kami tidak peduli apakah toko itu terdaftar atau berbadan hukum atau apapun. Kami ingin produk kami ada di toko itu."

6:38

Lalu ada juga ponsel. Ini adalah iklan dari MTN, yang merupakan perusahaan multinasional Afrika Selatan yang beroperasi di sekitar 25 negara, dan waktu MTN masuk ke Nigeria — Nigeria adalah negara besar di Afrika. Satu dari tujuh orang di Afrika adalah orang Nigeria, jadi semua orang ingin masuk ke pasar ponsel Nigeria. Dan saat MTN masuk, mereka ingin menjual layanan ponsel seperti yang saya dapatkan di AS atau disini, di Inggris atau di Eropa — biaya langganan bulanan yang mahal, dan Anda mendapat ponsel yang Anda bayar bertahun-tahun, Anda akan terbunuh oleh biayanya — dan rencana mereka gagal. Mereka kembali memikirkan strategi, dan kembali dengan rencana lainnya: Kami tidak menjual ponselnya, kami tidak menjual biaya langganan. Kami hanya menjual pulsa. Dan di mana pulsa itu dijual? Di kios-kios berpayung di jalanan, di mana penjualnya tidak terdaftar, tidak memiliki izin, tapi MTN memperoleh sebagian besar keuntungannya, mungkin 90 persen keuntungan, dari penjualan melalui Sistem D, ekonomi informal.

7:46

Lalu dari mana ponselnya? Ponselnya berasal dari sini: Guangzhou, China. Jika Anda ke lantai atas pusat elektronik yang terlihat sepi ini, Anda akan menemukan Guangzhou Dashatou, pusat penjualan barang bekas, dan kalau Anda masuk ke sana dan mengikuti pria berotot yang membawa kotak itu, ke mana mereka pergi? Mereka pergi ke Eddy di Lagos. Nah, sebagian besar ponsel yang dijual disana bukan barang bekas. Namanya keliru. Sebagian besar adalah ponsel bajakan. Ponsel itu memiliki merk, namun tidak dibuat oleh pembuat merk itu.

8:20

Nah, apa negatifnya? Saya rasa Anda tahu, di China tidak ada — (Tawa) — tidak ada kekayaan intelektual, bukan? Versace tanpa huruf vokal. Zhoumani, bukan Armani. S. Guuuci, dan — (Tawa) (Tepuk tangan) Beginilah cara produk dipasarkan di seluruh dunia, jadi misalnya, di salah satu pasar jalanan di Rua 25 de Março di São Paulo, Brazil, Anda dapat membeli kacamata bermerk palsu. Anda dapat membeli parfum tiruan. Anda tentu saja dapat membeli DVD bajakan. Anda dapat membeli topi New York Yankee dengan berbagai pola yang tidak resmi. Anda dapat membeli cuecas baratas, pakaian dalam bermerk yang tidak dibuat oleh desainer aslinya, dan bahkan kaset lagu-lagu rohani bajakan. (Tawa)

9:13

Nah, perusahaan cenderung mengeluhkan hal ini, saya tidak ingin menyalahkan keabsahan keluhan mereka, namun pada awal tahun ini saya bertanya pada pabrik sepatu olahraga besar apa pendapat mereka mengenai pembajakan dan mereka mengatakan, "Anda tidak boleh mengutip saya, karena kalau Anda bilang, saya harus membunuh Anda," namun mereka menggunakan pembajakan untuk meneliti pasar. Pabrik sepatu olahraga itu mengatakan kalau mereka tahu Puma dibajak, atau Adidas dibajak dan sepatu mereka tidak dibajak, mereka tahu mereka melakukan kesalahan. (Tawa) Jadi sangat penting bagi mereka untuk melacak pembajakan karena hal ini, dan orang yang membeli barang bajakan bukanlah pelanggan karena pelanggan mereka menginginkan barang asli.

10:01

Lalu ada masalah lainnya. Ini adalah rambu jalanan di Lagos,Nigeria. Semua Sistem D tidak membayar pajak, kan? Dan waktu pertama kali saya memikirkannya, pertama, menurut saya pemerintah adalah kontrak sosial antara rakyat & pemerintah dan jika pemerintahan tidak transparan, rakyat juga tidak akan transparan, namun kita juga menyalahkan orang kecil yang tidak membayar pajak, namun kita tidak menyadari bahwa semua orang melakukannya di seluruh dunia termasuk beberapa perusahaan yang terpercaya, dan saya akan memberikan satu contoh. Ada satu perusahaan yang membayar suap 4.000 kali dalam dasawarsa pertama milenium ini dan 1 miliar dolar uang suap dibayar setiap hari kerja. Di seluruh dunia. Dan perusahaan ini adalah raksasa elektronik Jerman, Siemens. Jadi ini terjadi di ekonomi formal sama seperti di ekonomi informal jadi salah jika kita menyalahkan — dan saya tidak bilang hanya Siemens, semua orang melakukannya. Oke?

11:01

Saya ingin mengakhiri dengan mengatakan bahwa jika Adam Smith membuat teori tentang pasar rakyat, bukannya pasar bebas, apa yang akan menjadi prinsipnya?

11:12

Pertama, pasar rakyat dapat dipahami sebagai koperasi, dan ini adalah pemikiran ahli hukum Brazil, Roberto Mangabeira Unger. Pengembangan koperasi adalah langkah untuk maju.

11:25

Kedua, dari filsuf anarkis [asal Austria] Paul Feyerabend, fakta adalah relatif, dan yang merupakan hak besar untuk mandiri bagi pengusaha di Nigeria dianggap tidak resmi dan mengerikan bagi orang lain, dan kita harus menyadari bahwa ada perbedaan dalam cara orang mengartikan berbagai hal dan apa kenyataannya.

11:46

Dan yang ketiga saya ambil dari penyair besar Amerika Allen Ginsberg yang menggunakan alternatif ekonomi barter dan berbagai jenis mata uang, mata uang alternatif juga sangat penting,dan dia bicara tentang membeli kebutuhannya hanya dengan ketampanannya.

12:04

Jadi saya akan menutup dengan pesan ini, bahwa ekonomi informal adalah kekuatan yang luar biasa bagi pertumbuhan ekonomi global dan kita harus berpikir seperti itu. Terima kasih banyak. (Tepuk tangan) (Tepuk tangan)

Robert Neuwirth menghabiskan empat tahun di antara kios-kios penjaja jalanan yang tak beraturan, berbicara dengan pedagang gerobak dan pedagang gelap, untuk mempelajari "Sistem D" yang luar biasa, jaringan ekonomi dunia yang tak terdaftar. Sistem D menciptakan 1,8 miliar lapangan pekerjaan, sebuah ekonomi yang kekuatan dan ruang lingkupnya diremehkan.

About the speaker
Robert Neuwirth · Author

To research his book, "Stealth of Nations," Robert Neuwirth spent four years among street vendors, smugglers and “informal” import/export firms.

To research his book, "Stealth of Nations," Robert Neuwirth spent four years among street vendors, smugglers and “informal” import/export firms.