Return to the talk Return to talk

Transcript

Select language

Translated by Dewi Barnas
Reviewed by Ranny Andayani

0:13 Pelayan: Bisa saya bantu, Pak?

0:18 Tamu: Oh, sebentar ya.

0:21 Pelayan: Kami punya Registry Error bakar ditaburi dengan data rusak terbaik, roti biner, sandwich RAM, Conficker Fitters, dan salad scripting dengan atau tanpa saus polimorfik, dan kebab coding bakar.

0:37 Tamu: Saya mau pesan satu sandwich RAM dan segelas Kode 39 terbaik yang kalian punya.

0:43 Pelayan: Apa Anda ingin memesan makanan pencuci mulut, Pak? Menu khusus kami adalah cookie penelusuran.

0:48 Tamu: Saya akan pesan sepiring cookie penelusuran zombie. Terima kasih.

0:51 Pelayan: Segera saya antar, Pak. Makanan Anda akan segera disajikan.

0:56 (Tepuk tangan)

1:03 Maya Penn: Saya sudah menggambar sejak saya bisa memegang krayon, dan saya sudah membuat animasi dengan membalik halaman buku sejak usia tiga tahun. Pada usia tiga tahun, saya juga belajar apa yang dilakukan seorang animator. Ada sebuah program TV tentang pekerjaan yang kebanyakan anak-anak tidak tahu. Begitu saya mengerti bahwa seorang animator membuat film kartun yang saya lihat di TV, saya langsung bilang, "Saya mau jadi seperti dia." Saya tidak ingat apakah saya bilang dalam hati atau keras-keras, tapi itu adalah sebuah momen yang sangat menentukan dalam hidup saya.

1:31 Animasi dan seni adalah cinta pertama saya. Kesukaan saya akan teknologi-lah yang melahirkan ide untuk membuat "Hidangan Jahat." Ada virus di komputer saya, dan saya mencoba mengenyahkannya, dan tiba-tiba, saya berpikir, bagaimana kalau virus-virus punya dunia mereka sendiri di dalam komputer? Mungkin sebuah restoran dimana mereka saling bertemu dan melakukan hal-hal jahat? Begitulah "Hidangan Jahat" lahir.

1:55 Pada usia 4 tahun, Ayah saya mengajarkan saya bagaimana caranya membongkar sebuah komputer dan memasangnya kembali. Itulah awal dari kesukaan saya akan teknologi. Saya membuat website pertama saya dalam bentuk HTML, dan saya belajar JavaScript dan Python.

2:08 Dan saya juga mengerjakan satu seri animasi yang berjudul "Para Penyerbuk." Ceritanya tentang lebah dan para penyerbuk lainnya di lingkungan kita dan kenapa mereka sangat penting. Kalau tanaman tidak diserbuki oleh para penyerbuk, maka semua makhluk hidup, termasuk kita semua, yang bergantung pada tanaman, akan kelaparan. Jadi saya memutuskan untuk bercerita tentang makhluk keren ini dan membuat mereka sekelompok pahlawan super. (Tepuk tangan) (Injakan kaki) (Musik) (Auman) Penyerbuk: Dinosaurus penghancur pohon! Harusnya aku tahu! Aku harus memanggil para Penyerbuk lainnya! (Musik)

3:06 Terima kasih. (Tepuk tangan)

3:08 Semua animasi saya dimulai dengan ide-ide, tapi apa itu ide? Ide dapat mencetuskan sebuah gerakan. Ide adalah peluang dan inovasi. Ide-lah yang benar-benar membuat dunia ini berputar. Kalau bukan karena ide, kita tidak akan menjadi seperti saat ini, dengan teknologi, obat-obatan, seni, budaya, dan semua cara hidup kita. Pada usia 8 tahun, saya menggunakan ide-ide saya dan memulai bisnis saya sendiri, "Ide Maya," dan organisasi nirlaba saya, Ide Maya untuk Planet Bumi. (Tertawa) Dan saya membuat pakaian dan aksesoris yang ramah lingkungan. Sekarang usia saya 13 tahun, dan meski saya memulai bisnis saya di tahun 2008, perjalanan artistik saya sudah dimulai jauh sebelumnya. Saya mendapat banyak pengaruh seni, dan saya ingin memasukkannya dalam segala hal yang saya lakukan, termasuk dalam bisnis saya. Saya menggunakan berbagai bahan kain yang ada di rumah, dan bilang, "Ini bisa jadi syal atau topi," dan saya punya macam-macam ide untuk membuat desain. Saya menyadari ketika saya mengenakan kreasi saya sendiri, orang-orang bertanya pada saya, "Wah, ini lucu banget. Kamu beli dimana?" Dan saya pikir, saya bisa mulai bisnis saya sendiri.

4:15 Nah, saya tidak punya rencana bisnis pada usia 8 tahun. Saya hanya tahu saya ingin membuat berbagai kreasi yang cantik yang aman bagi lingkungan dan saya ingin berkontribusi. Ibu mengajarkan saya cara menjahit, biasanya saya duduk di teras belakang kami dan membuat bandana kecil dari pita, dan saya menulis nama dan harga untuk masing-masing kreasi. Saya sudah mulai membuat lebih banyak kreasi seperti topi, syal, dan tas. Tak lama, kreasi saya mulai terjual di seluruh dunia, dan saya punya pelanggan di Denmark, Italia, Australia, Kanada, dan lain-lain.

4:44 Sekarang, banyak yang harus saya pelajari tentang bisnis saya, seperti branding dan pemasaran, bagaimana berkomunikasi dengan para pelanggan, dan menilai produk mana yang paling laku dan yang paling tidak laku. Tak lama, bisnis saya mulai lepas landas. Lalu suatu hari, majalah Forbes menghubungi saya ketika usia saya 10 tahun. (Tertawa) Mereka ingin menulis artikel tentang saya dan perusahaan saya di majalah mereka.

5:07 Sekarang banyak orang yang bertanya pada saya, kenapa bisnismu ramah lingkungan? Saya sudah selalu ingin menjaga lingkungan dan makhluk hidup sejak saya kecil. Orang tua saya mengajari saya sejak usia dini tentang berkontribusi dan mengurus lingkungan dengan baik. Saya mendengar tentang bagaimana pewarna pakaian tertentu atau proses pembuatannya dapat merugikan manusia dan planet bumi, jadi saya mulai melakukan penelitian saya sendiri, dan saya pun mendapati bahwa setelah proses pewarnaan sudah selesai, ada masalah limbah yang berdampak negatif bagi lingkungan. Contohnya, penggilingan bahan-bahan pewarna, atau pembuangan bahan bubuk yang kering. Tindakan-tindakan itu dapat menyebabkan polusi udara, menjadikannya beracun bagi siapa pun atau apapun yang menghirupnya. Jadi ketika saya memulai bisnis saya, saya mengetahui dua hal: Semua produk saya harus ramah lingkungan, dan 10-20 persen keuntungan yang saya dapat diberikan ke badan amal lokal dan global dan organisasi lingkungan. (Tepuk tangan) Saya merasa sebagai bagian dari gelombang baru para pengusaha yang tidak hanya ingin memiliki bisnis yang sukses, tapi juga berkontribusi pada masa depan yang berkesinambungan. Saya merasa saya bisa memenuhi kebutuhan para pelanggan saya tanpa mengorbankan kemampuan generasi berikutnya untuk hidup di masa depan yang lebih hijau.

6:18 Kita hidup di dunia yang besar, beragam, dan indah, dan itu membuat saya semakin bersemangat untuk menyelamatkannya. Tapi tidaklah cukup untuk sekedar tahu mengenai hal-hal yang terjadi di dunia kita. Kita perlu memasukkannya ke hati kita, karena kalau kita merasakannya dengan hati kita, ketika itulah sebuah gerakan muncul. Saat itulah peluang dan inovasi tercipta, dan karena itulah ide menjadi hidup.

6:40 Terima kasih, salam damai dan penuh berkah.

6:45 (Tepuk tangan)

6:50 Terima kasih. (Tepuk tangan)

6:53 Pat Mitchell: Jadi, Anda sudah mendengarkan cerita Maya tentang orangtua mengagumkan yang ada di balik wanita luar biasa ini. Siapa mereka? Pak dan Bu Penn, bisakah Anda berdiri -- Ah! (Tepuk tangan)