Return to the talk Return to talk

Transcript

Select language

Translated by Susi Melina
Reviewed by Antonius Yudi Sendjaja

0:11 Saya tinggal di South Central. Inilah South Central: toko-toko minuman keras, makanan cepat saji, lahan-lahan kosong.

0:24 Jadi para perencana kota berkumpul dan memutuskan bahwa mereka akan mengubah nama South Central agar bisa melambangkan suatu hal yang baru, lalu mereka menggantinya menjadi South Los Angeles, seakan penggantian nama ini akan dapat mengubah apa yang terjadi di kota ini. Inilah South Los Angeles. (Tawa) Toko-toko minuman keras, makanan cepat saji, lahan-lahan kosong.

0:47 Sama halnya dengan 26,5 juta orang Amerika lainnya, saya hidup dalam gurun makanan, di South Central Los Angeles, rumah bagi gerai makanan drive-thru dan drive-by. Lucunya gerai-gerai drive-thru membunuh lebih banyak orang daripada gerai-gerai drive-by. Orang-orang meninggal akibat penyakit yang sebenarnya bisa disembuhkan di South Central Los Angeles. Contohnya tingkat obesitas di lingkungan saya lima kali lebih tinggi dari Beverly Hills, yang jauhnya hanya sekitar delapan atau sepuluh mil.

1:19 Saya lelah melihat hal ini terjadi. Saya membayangkan bagaimana rasanya jika Anda tidak memiliki akses pada makanan sehat, jika setiap kali berjalan keluar rumah dan melihat dampak negatif akibat sistem makanan pada lingkungan Anda. Saya menyaksikan kursi roda dibeli dan dijual seperti mobil bekas. Saya melihat pusat dialisis menjamur laksana Starbucks. Dan menurut saya hal ini harus dihentikan. Jadi menurut saya masalah ini juga sekaligus merupakan solusi. Makanan adalah masalah dan makanan adalah solusinya. Terlebih lagi, saya lelah harus menyetir 45 menit pulang pergi untuk mendapat apel bebas pestisida.

2:03 Jadi yang saya lakukan adalah menanam hutan makanan di depan rumah saya. Tepatnya di sejengkal tanah di pinggir jalan di dekat parkir mobil. Luasnya 45 x 15 meter. Masalahnya lahan itu dimiliki oleh pemerintah kota. Namun kami harus menjaganya. Pikir saya," Bagus. Saya bisa melakukan apapun yang saya inginkan, karena tanah ini merupakan tanggung jawab saya dan saya harus memeliharanya." Dan saya putuskan inilah cara yang saya gunakan untuk menjaganya.

2:30 Jadi saya dan kelompok saya, L.A Green Grounds, berkumpul dan kami mulai menanam hutan makanan, pohon buah-buahan, serta kesembilan jenis sayuran. Yang kami lakukan adalah membentuk kelompok "pay-it forward" (beramal untuk orang lain) yang terdiri dari pekebun dengan latar belakang berbagai pekerjaan dari semua penduduk kota, dan benar-benar sukarela, dan semua yang kami lakukan tidak dibayar. Dan kebunnya indah.

2:53 Lalu seseorang mengajukan protes. Seluruh kota mendatangi saya, dan memberi tahu saya peraturan yang mengatakan bahwa saya harus memusnahkan kebun saya, dan peraturan ini berubah menjadi sebuah tuntutan. Dan saya berkata," Oh ya, yang benar saja? Sebuah tuntutan karena menanam tanaman pangan di sepetak tanah yang biasanya diabaikan?" (Tawa) Dan saya hanya berkata, " Bagus. Coba saja." Karena kali ini hal itu tidak terjadi. Jadi koran L.A. Times memberitakannya. Steve Lopez menulis ceritanya dan dia berbicara kepada dewan kota, dan salah satu anggota Green Grounds, membuat petisi di Change.org, dengan 900 tanda tangan, kami berhasil. Kami menang. Si anggota dewan kota bahkan memanggil kami dan menceritakan bagaimana mereka menyetujui dan menyukai apa yang kami lakukan. Maksud saya, ayolah, mengapa begitu? L.A. adalah kota yang memiliki lahan kosong terluas di Amerika Serikat. Dengan 26 mil persegi lahan kosong. Itu setara dengan 20 buah Central Parks. Yang bisa memuat 725 juta tanaman tomat. Bagaimana bisa mereka tidak menyetujuinya? Menanam satu tanaman akan memberi hasil 1.000 bahkan 10.000 benih. Jika harga kacang buncis adalah satu dolar Anda akan mendapat 75 dolar nantinya. Inilah ajaran saya, saat menyuruh orang untuk menanam makanannya sendiri. Menanam makanan sendiri itu bagaikan mencetak uang kita sendiri.

4:27 (Tepuk tangan)

4:34 Anda tahu, saya punya warisan di South Central. Saya besar disana. Saya membesarkan putra-putra saya disana. Dan saya menolak untuk menjadi bagian dari realitas buatan yang diciptakan untuk saya oleh orang lain, saya ingin menciptakan realitas bagi diri saya sendiri.

4:52 Jadi saya adalah seorang seniman. Berkebun adalah grafiti saya. Saya menanam kesenian saya. Bagaikan seorang seniman grafiti, saya mempercantik halaman dan area parkir. Saya menggunakan kebun, tanah, laksana sehelai pakaian, dan tanaman serta pepohonan, adalah aksesori yang saya tambahkan untuk memperindah pakaian itu. Anda akan tercengang dengan apa yang dapat dilakukan oleh tanah jika Anda membuatnya menjadi kanvas. Anda tidak akan bisa membayangkan bagaimana indahnya bunga matahari dan pengaruhnya terhadap orang-orang.

5:30 Lalu apa yang terjadi? Saya telah menyaksikan kebun saya menjadi alat pengajaran, alat untuk mengubah lingkungan di sekitar saya. Untuk mengubah komunitas, Anda harus mengubah komposisi tanah. Kita adalah tanahnya. Anda akan takjub bagaimana anak-anak dapat terpengaruh karenanya. Berkebun adalah penyembuh terhebat dan pekerjaan menantang yang dapat Anda kerjakan, khususnya di tengah kota. Ditambah lagi Anda akan mendapat stroberi.

6:08 (Tawa)

6:12 Saya ingat saat itu, seorang ibu dan putrinya datang, sekitar jam 10.30 malam, mereka ada di halaman saya, saya keluar dan mereka terlihat sangat malu. Saya merasa tidak enak dengan keberadaan mereka, saya bilang kepada mereka, Anda tahu, Anda tidak perlu melakukan ini. Mereka berada di jalanan karena suatu alasan. Hal itu membuat saya malu saat bertemu orang-orang kelaparan yang berada sangat dekat dengan saya, dan mereka memicu saya untuk melakukan hal ini, dan orang-orang bertanya," Fin apa Anda tidak takut kalau orang-orang akan mencuri makananmu?" Dan saya menjawab," Sama sekali tidak, saya tidak takut mereka akan mencurinya. Itulah mengapa saya menanamnya di tepi jalan. Itulah alasannya. Saya ingin mereka mengambilnya, namun di saat yang sama, Saya ingin mereka kembali sehat."

6:59 Saat yang lain, saya membangun sebuah kebun bagi para tunawisma di penampungan di Los Angeles. Inilah mereka, mereka membantu saya membongkar isi truk. Saat itu cuaca dingin, dan mereka saling berbagai cerita bagaimana hal ini mempengaruhi mereka dan bagaimana mereka dulu biasa berkebun dengan ibu dan neneknya, dan sangat menyenangkan melihat konsep ini mengubah mereka, meskipun hanya pada saat itu.

7:27 Jadi Green Grounds sudah menanam sekitar 20 kebun. Sekitar lima puluh orang datang ke kebun yang kami bangun dan berpartisipasi dengan sukarela. Jika anak-anak menanam kale, mereka akan memakan kale. (Tawa) Jika mereka menanam tomat, mereka akan memakan tomat. (Tepuk tangan) Namun jika tak satupun diberikan kepada mereka, jika mereka tidak diperlihatkan bagaimana makanan mempengaruhi otak dan tubuh, mereka akan memakan apa saja yang Anda berikan tanpa berpikir.

8:00 Saya berjumpa anak-anak muda yang ingin bekerja, dan saya menangkap mereka melakukan hal ini -- Saya bertemu anak kulit berwarna yang berada di jalan yang telah dirancang untuk mereka, yang membawa mereka ke negeri antah berantah. Jadi melalui berkebun, saya melihat sebuah kesempatan dimana kita dapat melatih anak-anak ini untuk memberdayakan komunitasnya, guna memperoleh hidup berkelanjutan. Dan jika kita melakukannya, siapa tahu? Kita mungkin bisa menghasilkan George Washington Carver berikutnya. tapi jika kita tidak mengubah komposisi tanah, kita tidak akan bisa mencapainya.

8:37 Ini adalah salah satu rencana saya. Inilah yang ingin saya lakukan. Saya ingin menanam seluruh blok, menjadikannya kebun sehingga orang-orang di blok yang sama dapat berbagi makanan. Saya ingin memiliki kontainer kargo lalu mengubahnya menjadi kafe-kafe sehat. Jangan salah sangka. Saya tidak berbicara tentang hal yang gratis, karena gratis itu tidak berkelanjutan. Ini adalah sifat unik dari keberlanjutan, bahwa Anda harus melanjutkannya. (Tawa) (Tepuk tangan) Yang saya bicarakan adalah menyediakan lapangan kerja, dan menyelamatkan anak-anak dari jalanan, lalu memberi tahu mereka kesenangan, kebanggaan, dan kehormatan yang diperoleh dari menanam makanan kita sendiri, membuka pasar bagi petani.

9:21 Jadi yang ingin saya lakukan adalah, kita harus membuatnya menarik. Saya ingin kita bersama menjadi "pengkhianat lingkungan" "bandit, pekebun bandit." Kita harus mengubah arti kata "bandit". Jika Anda bukan seorang pekebun, Anda bukanlah seorang "bandit". Jadilah "bandit bersekop", ok? Dan biarlah sekop menjadi senjata pilihan Anda.

9:45 (Tepuk tangan)

9:52 Jadi jika Anda ingin bertemu dengan saya, jika Anda ingin bertemu jangan telepon saya jika Anda hanya ingin duduk-dusuk di kursi empuk dan mengadakan pertemuan yang hanya membicarakan tentang omong kosong -- jika Anda hanya akan bicara tentang hal-hal tak berguna. Jika Anda ingin bertemu saya, datanglah ke kebun dengan sekop Anda, sehingga kita bisa bercocok tanam.

10:18 Salam damai. Terima kasih.

10:21 (Tepuk tangan) Terima kasih. (Tepuk tangan)