Perhatian utama selalu tentang keuntungan. Selama ini kita selalu berusaha mendapatkan keuntungan. Yang tidak kita cari adalah kegunaannya bagi orang banyak, sementara kita menghasilkan keuntungan. Bagaimana dengan nasib 4 milyar orang yang tingkat pendapatannya kurang dari dua dollar sehari, yang terpuruk di dasar piramida kemakmuran ? Apa tantangan untuk mendapatkan keuntungan dan sekaligus kegunaan bagi orang banyak ? Kami tampilkan disini berdasarkan kinerja dan harga. Kalau Anda punya uang, tentu, Anda bisa dapatkan yang terbaik. Anda bisa punya Mercedes dengan harga yang sangat tinggi, kinerja yang tinggi Tapi bila Anda tidak punya uang, apa yang terjadi ? Ya, Anda bisa naik sepeda, memikul beban Anda sendiri dan yang lainnya, untuk pergi bekerja. Yang miskin tidak selamanya miskin; mereka bisa meningkat jadi menengah ke bawah. Dan kalau itu terjadi, maka, tentu saja, kehidupannya membaik, dan mereka mulai naik sepeda motor. Tapi tantangannya lagi-lagi, mereka tidak mendapatkan banyak manfaat, karena mereka tidak mampu membeli apapun yang lebih dari sepeda motor. Masalahnya adalah, dengan harga itu, bisakah mereka mendapatkan yang lebih baik ? Yang luar biasa baik, seperti bisa mengendarai mobil, mendapatkan martabat dan keamanan yg sama, kelihatannya mustahil, ya tidak.
Ini adalah apa yang tampak di jalan-jalan di India setiap saat. Tapi banyak yang melihat hal yang sama dan punya pikiran yang berbeda, salah satu dari mereka adalah, Ratan Tata. Hebatnya pemimpin-pemimpin kami adalah, mereka tidak saja punya gairah di perut mereka, praktis semuanya begitu, mereka juga sangat inovatif. Seorang pencipta adalah orang yang tidak kenal kata tidak bisa. Mereka percaya apapun bisa dilakukan. Tapi pemimpin hebat seperti Ratan juga seorang yang pengasih. Dan apa yang Anda bilang, Lakshmi, adalah benar sekali: Ini bukan tentang Ratan Tata saja, tapi penjelmaan Pondok Tata. Izinkan saya ulangi apa yang Lakshmi bilang Ya, saya jalan kaki sampai saya berumur 12. Saya kesusahan mendapatkan makanan dua kali sehari masalah yang sangat berat. Ketika saya menyelesaikan SSC saya, kelas sebelas (setara UAN untuk SMA) Saya ranking 11 dari 125.000 siswa. Tapi saya hampir meninggalkan sekolah karena ibu saya terlalu miskin untuk membiayai sekolah saya. dan Dana Tata lah yang memberi saya 6 rupees per bulan, hampir sedolar per bulan selama enam tahun. Begitulah cara saya sampai disini. Berkat Pondok Tata. (tepuk tangan) Inovasi, kasih dan gairah. Mereka memadukan semua itu.
Dan sisi kasih itulah yang mengusik mereka, karena ketika dia melihat -- pernah, dia bilang pada saya delapan sembilan tahun yang lalu ketika sedang mengendarai mobil -- dia menyetir mobilnya sendiri -- dia melihat di tengah hujan, satu keluarga seperti yang baru saya tampilkan basah kuyup terguyur termasuk bayinya. Dia bilang, "Saya harus berikan mereka mobil dengan harga yang bisa mereka jangkau, mobil seharga satu lakh, seharga USD 2000." Tentu saja, mendengar hal seperti ini kebanyakan orang bilang itu mustahil, termasuk Suzuki. Dia bilang, "Oh, mungkin dia hanya mau membuat mobil roda 3 dengan satu ban cadangan" Bisa dilihat di kartun ini. Bukan itu yang mereka buat. Mereka membuat mobil sungguhan. Nano. Dan tahu tidak, saya ini tingginya enam kaki setengah inci, Ratan lebih tinggi lagi, tapi kami punya ruang lega di depan dan ruang lega di belakang. Mobil yang hebat. Tentu saja, ada gula ada semut; yang tadinya sinis berbalik 180 derajat, satu per satu mulai bilang, "Wah, kami juga mau bikin mobil di segment Nano. Kita akan produksi mobil di segmen Nano."
Bagaimana cerita hebat ini terjadi, terciptanya Nano ? Saya akan ceritakan. Misalnya, bagaimana kami memulainya: Ratan memulai dengan tim yg terdiri dari 5 insinyur anak muda umur 20-an. Dia bilang, "Saya tidak akan jelaskan seperti apa mobilnya, tapi saya tentukan harganya Harganya 1 lakh, 100.000 rupees, buat mobil seharga itu." Dia menambahkan, "Pertanyakan yang tidak mungkin. Hemat apa yang bisa dihemat." Saat itu begitu terlibatnya dia dengan tantangan ini, dia terjun sendiri menjadi anggota timnya. Dapatkah Anda mempercayainya? Saya belum ceritakan tentang wiper tunggal yang dia ikut ciptakan. Dia memeras otak hingga tengah malam. Dan datang dengan berbagai solusi esok paginya Tapi siapa pemimpin timnya ? Pemimpin timnya adalah Girish Wagh, Pria berumur 34 tahunan dari Pura. Dan umur rata-rata anggota tim Nano hanya 27 tahun.
Dan mereka berinovasi dalam rancangan dan segalanya. Melanggar semua aturan baku untuk pertama kalinya. Misalnya ketika motor bakar dua silinder dipakai di mobil dengan poros pengimbang tunggal. Lem menggantikan paku. Ada kerja sama, ada banyak kerja sama dengan pemasok dan penjual. Semua ide diterima. 100 pemasok dibangun dekat pabrik dan lahirlah model bisnis untuk distributor otomotif. Bayangkan orang ini yang biasanya menjual kain, misalnya, jadi jualan Nano. Sungguh inovasi yang hebat Menemukan solusi bagi sektor non-auto. Sebuah inovasi terbuka, ide dari mana saja diterima. Rancangan tempat duduk dan jendela helikopter dipakai, tahu tidak, termasuk dasboardnya itu diilhami kendaraan roda dua. Jalur bahan bakar dan lampunya juga diilhami kendaraan roda dua.
Inti dari semuanya adalah mendapatkan lebih banyak menggunakan lebih sedikit. Karena dibatasi pengeluarannya. Yang tidak boleh dilanggar yaitu sebesar 100.000 rupees, 2000 dollar. Maka, setiap komponen harus dwi fungsi. Penopang bangkunya misalnya selain dudukan bangku berfungsi sebagai chassis juga untuk menjaga kegetasan. Hanya diperlukan separo komponen pada Nano dibandingkan mobil yang biasa. Panjangnya lebih pendek 8 persen. Tapi dibandingkan mobil kelas bawah panjang yang 8 persen lebih pendek itu memberikan 21 persen ruang lebih.
Yang terjadi adalah lebih banyak dengan mengurangi Anda bisa lihat berapa lebihnya dari berapa kurangya. Ketika model T diluncurkan -- dan ini, ngomong-ngomong, angka-angkanya semua disesuaikan dengan nilai dollar tahun 2007 -- Model T -nya Ford harganya 19.000 Volkswagon 11.333 British Motor sekitar 11.000 dan Nano, dor, 2000. Ini sebabnya kita memulai perubahan paradigma ketika orang yang sama yang tadinya tidak dapat bermimpi punya mobil, yang mengangkut semua keluarganya dengan sepeda motor, mulai bermimpi bisa punya mobil. Dan mimpi itu terpenuhi. Ini foto sebuah rumah, supir dan mobil dekat rumah saya sendiri. Supirnya bernama Naran. Dia baru beli Nano-nya sendiri. Dan bisa dilihat, ada ruang ekstra yang dibuat untuknya untuk memarkir mobilnya disamping mobil tuannya, tapi yang lebih penting, ada ruang ekstra dalam pikiran tuannya "Wah, supirku datang dengan mobilnya sendiri dan bisa memarkirnya." Inilah yang saya sebut inovasi transformasional. Tidak melulu teknologi, tapi inovasi sosial yg sering kita bicarakan.
Dan disinilah, bapak ibu sekalian, slogan terkenal ini mendapatkan lebih dengan mengurangi jadi penting. Saya ingat membicarakan ini pertama kali di Australia sekitar satu setengah tahun yg lalu ketika perguruan tinggi mereka menganugrahi saya gelar kesarjanaan. Dan cukup menakjubkan, dalam 40 tahun, saya orang India pertama yg mendapat kehormatan ini. Judul presentasi saya waktu itu karenanya adalah "Inovasi India dari Gandhi ke rekayasa Gandhi." Dan saya perkenalkan konsep lebih banyak dengan lebih sedikit untuk lebih banyak orang ini sebagai rekayasa Gandhi. Rekayasa Gandhi, menurut saya akan memajukan dunia, akan membuat perubahan, tidak hanya bagi beberapa, tapi buat semua orang. Dari mobilitas kendaraan izinkan saya membicarakan mobilitas individu bagi yang kurang beruntung yang kehilangan kakinya. Ini adalah warga Amerika dan putranya menggunakan kaki buatan Berapa harganya ? USD 20.000 Dan kaki buatan ini dirancang hanya untuk berjalan di jalan yang sempurna
Sayangnya, di India tidak begitu Anda bisa lihat dia berjalan bertelanjang kaki di tanah yang jelek dan becek dan lain-lain Parahnya lagi, mereka tidak hanya harus berjalan jauh ke tempat bekerja dan bukan hanya mengayuh ke tempat bekerja, tapi kadang mengayuh untuk bekerja, seperti ini. Mereka juga memanjat untuk bekerja. Anda harus merancang kaki buatan untuk kondisi itu. Sebuah tantangan, tentu saja. Empat milyar orang, punya pendapatan kurang dari 2 dollar sehari. Sepatu seharga 20.000 dollar itu setara pendapatan 10.000 hari Tidak mungkin tercapai. Karenanya, harus ada alternatifnya.
Dan inilah awal berdirinya Jaipur Foot di India. Yang menghasilkan sistem pengepasan dan pengiriman prostetik yang revolusioner, komponen standar dan pengecoran kilat, memungkinkan perangkaian tungkai buatan langsung di tempat. Anda bisa langsung mencobanya dalam hitungan jam dibanding kaki buatan satunya yang membutuhkan waktu sehari. Soket luar dibuat dari pipa HDPE, menggantikan lembaran logam. Dan rancangan tumit tinggi dan tampilan yg mirip asli, tekstur dan fungsinya. Dan saya akan tunjukkan seperti apa dan bagaimana cara kerjanya. (musik) Lihat, dia melompat. Bisa disaksikan tekanan yang terjadi.
(teks... setiap orang dengan kaki utuh dapat melakukan ini. tapi kalau tidak punya tungkai bawah, ini menjadi sulit... "Sakitkah ?" "Tidak... sama sekali tidak." ...dia bisa tempuh satu kilometer dalam empat setengah menit...)
Satu kilometer dalam empat setengah menit. (tepuk tangan) Itulah maksud saya. Majalah Time mempublikasikan kaki buatan seharga 28 dollar ini. (tepuk tangan) Cerita yang luar biasa.
Mari kita bicarakan hal lain. Saya telah banyak membicarakan tentang mendapatkan lebih banyak dari lebih sedikit untuk lebih banyak orang. Mari kita bicara tentang kesehatan. Kita sudah berbicara tentang mobilitas, mari kita berbicara tentang kesehatan. Apa yang terjadi di bidang kesehatan ? Setiap penyakit baru membutuhkan obat baru. Dan kalau dilihat dari perkembangan obat-obatan 10 tahun terakhir apa yang terjadi ? 10 tahun yang lalu, biayanya seperempat milyar. Sekarang 1.5 milyar dolar. Waktu yang dibutuhkan untuk sampai ke pasar setelah diujikan pada manusia dan hewan adalah 10 tahun, sekarang 15 tahun. Apakah Anda dapat lebih banyak obat karena punya lebih banyak waktu dan uang ? Tidak, maaf. Dulu kita punya 40 sekarang 30. Jadi kita mendapatkan lebihs sedikit dari lebih banyak untuk makin sedikit orang. Kenapa bisa makin sedikit orang ? Karena sangkin mahalnya sehingga sangat sedikit yang mampu membelinya.
Mari kita ambil satu contoh Psoriasis adalah penyakit kulit yang sangat mematikan. Biaya perawatannya USD 20.000. USD 1000 untuk suntikan antibodi dibawah kulit sebanyak 20 kali. Waktu pengembangan -- kurang lebih 10 tahun dan 700 milyar dollar. Mari memulai dengan semangat mendapatkan lebih banyak dari lebih sedikit untuk lebih banyak orang. dan mencanangkan target. Misalnya, kita tidak mau USD 20.000, kami tidak punya. Bisakah didapatkan dengan USD 100 ? Waktu pengembangan, bukan 10 tahun Kita terburu-buru. Lima tahun. Biaya pengembangan -- 300 juta dolar. Maaf, tidak bisa bayar lebih dari 10 juta dollar. Kelihatannya betul-betul nekad. Betul-betul konyol.
Tahukah Anda? Ini sudah tercapai di India. Target ini sudah tercapai di India. Dan bagaimana cara mencapainya ... Sir Francis Bacon pernah bilang "Ketika Anda mengharapkan hasil yang belum pernah dicapai sebelumnya, adalah tidak bijaksana untuk berpikir semuanya bisa dicapai dengan metode yang telah dipakai sebelumnya." Jadi prosedur baku dimana Anda mengembangkan obat, diuji pada tikus, pada manusia tidak berhasil -- miliaran dollar telah dihabiskan. Kecerdikan orang India adalah menggunakan pengetahuan tradisional, tapi dengan pembuktian ilmiah dan mengujinya dengan manusia, tikus dan ke manusia lagi bukan obat, tikus dan manusia. Itulah yang membuat perbedaan Anda bisa menyaksikan perpaduan obat tradisional, obat modern dan ilmu modern. Saya meluncurkan program besar [tidak jelas] CSIR sekitar 9 tahun yg lalu. Yang memberi jalan tidak hanya bagi Psoriasis, tapi bagi kanker dan lainnya, merubah semua paradigma. Dan terobosan psoriasis India ini didapat dengan bentuk terbalik dari farmakologi dengan melakukannya dengan cara yg berbeda Anda bisa lihat perbandingan sebelum dan sesudah perawatan. Yang didapat makin banyak dengan mengurangi bagi makin banyak orang, karena sekarang perawatan ini terjangkau.
Izinkan saya mengingatkanAnda apa yang dikatakan Mahatma Gandhi. Dia berkata bahwa "Bumi bisa memuaskan kebutuhan setiap manusia, tapi tidak setiap keserakahan manusia." Jadi pesan yg dia sampaikan adalah Anda harus mendapatkan lebih dari sumber yang sesedikit mungkin supaya bisa Anda bagikan pada makin banyak orang tidak hanya generasi sekarang, tapi juga generasi selanjutnya Gandhi juga bilang, "Saya akan hargai setiap penemuan ilmiah yang diperuntukan bagi keuntungan semua orang." Jadi pesannya adalah kita harus berikan pada makin banyak orang bukan hanya beberapa. Karena itu, bapak ibu sekalian, inilah tema kita, mendapatkan lebih banyak dengan lebih sedikit bagi banyak orang. Dan ingat, ini bukan sekedar mendapatkan lebih sedikit dengan mengurangi sedikit. Ini bukan tentang biaya rendah. Tapi biaya super rendah. Ini bukan sekedar bilang untuk perawatan seharga USD 10.000 karena Anda tidak mampu saya berikan USD 9000 Maaf, tidak begitu caranya. Anda harus berikan USD 100, USD 200. Apakah mungkin ? Dapat dimungkinkan dengan alasan yang berbeda. Jadi ini bukan biaya murah, tapi biaya super murah. Kita tidak bicara berbicara tentang keterjangkauan tapi keterjangkauan ekstrim. Karena dari empat milyar orang berpendapatan kurang dari dua dollar per hari. Tidak cukup dengan inovasi eksklusif. Harus dengan inovasi inklusif. Dan karena itu, tidak cukup dengan inovasi bertahap, tapi harus dengan inovasi radikal. Idenya harus sedemikian sehingga memaksa Anda berpikir dengan cara yang sama sekali berbeda. Dan perlu saya tambahkan ini tidak hanya tentang mendapatkan lebih banyak dari lebih sedikit bagi banyak oleh makin banyak orang, seluruh dunia bekerja untuk mewujudkannya.
Saya sangat tersentuh ketika melihat sebuah terobosan tempo hari. Anda tahu, inkubator untuk bayi, misalnya Tidak tersedia di Afrika. Di desa-desa India juga tidak tersedia Dan banyak bayi meninggal karenanya. Harganya USD 2000. Lalu muncul inkubator seharga USD 25 Dengan kualitas yang sama. Siapakah penciptanya? Mahasiswa-mahasiswa universitas Standford dengan proyek beranggaran rendah. Nurani mereka ada di tempat yang benar, seperti Ratan Tata. Ini bukan hanya tentang inovasi, kasih dan gairah -- Kasih di hati dan gairah di perut. Itu dunia baru yang ingin kita ciptakan. Yang menjadi landasan rekayasa Gandhi.
Bapak ibu sekalian, saya ingin mengakhiri sebelum waktunya. Saya juga takut pada batas 18 menit itu. Saya masih punya satu setengah menit. Pesannya, pesan terakhirnya, adalah ini : India telah banyak memberkahi dunia. Apa saja itu? Di abad-20, kami berikan Gandhi pada dunia. Berkah di abad-21 yang sangat, sangat penting bagi dunia, baik untuk mengatasi runtuhnya ekonomi global untuk perubahan cuaca -- untuk masalah apa saja dapat diatasi dengan prinsip mendapat lebih dengan mengurangi bagi yang banyak tidak hanya generasi sekarang, tapi juga untuk generasi mendatang. Dan itu hanya bisa terwujud dengan rekayasa Gandhi. Jadi Bapak Ibu sekalian, dengan bahagia saya umumkan, berkah di abad ke-21 pada dunia dari India, Rekayasa Gandhi.
Lakshmi Pratury: Terima kasih Dr. Masheikar. (R.A Masheikar: Terima kasih banyak)
LP: Satu pertanyaan kilat buat Anda. Semasa kecil di sekolah, apa yang Anda pikirkan, misalnya, apa cita-cita Anda ? Apa yang menggerakkan Anda ? Apakah suatu ilham ? Apa yang memotivasi Anda ?
RAM: Saya ceritakan apa yang menggerakkan saya, yang mengubah hidup saya. Saya ingat, saya pergi ke sekolah yang miskin, karena ibu saya tidak bisa membayar 21 rupees, satu setengah dollar yang diperlukan dalam batas waktu yang ditentukan. Waktu itu saya sudah SMA. Sekolahnya miskin tapi guru-gurunya kaya. Salah satunya adalah yang mengajar fisika. Suatu hari dia mengajak kami ke bawah sinar matahari dan mencoba menunjukkan pada kami bagaimana cara mencari jarak fokus lensa cekung Lensanya di sini. Kertas di sana. Dia menggerakkannya naik turun. Lalu ketika muncul titik yang terang di kertas, dia berkata, "Ini jarak fokusnya." Dia memegangnya cukup lama, Laksmi Dan kertasnya terbakar. Ketika kertas itu terbakar, entah mengapa, guru itu berpaling pada saya, dan berkata, "Mashelkar, seperti kertas ini, kalau kamu tidak hamburkan energimu, kalau kamu fokuskan energimu, kamu bisa meraih apa saja di dunia ini." Itu pesan yang mendalam buat saya. Fokus dan kamu bisa meraihnya. Saya bilang,"Wah ilmu pengetahuan itu sungguh keren, saya harus menjadi ilmuwan." Tapi yang lebih penting, fokus dan Anda bisa mencapainya. Pesan itu, terus terang, sangat berharga buat masyarakat sekarang.
Apa yang jarak fokus itu lakukan ? Sinar matahari itu merupakan garis-garis sejajar. Sifat dari garis sejajar adalah mereka tidak pernah bertemu. Apa yang lensa cekung lakukan ? Mempertemukan garis-garis sejajar itu. Seperti lensa cekung itulah mestinya sebuah kepemimpinan. Tahukah Anda apa yang dilakukan pemimpin sekarang ? Seperti lensa cembung. Membiaskan semuanya makin jauh. Jadi saya belajar kepemimpinan seperti lensa cekung dari itu. Ketika saya masih di Laboratorium Kimia Nasional [tidak jelas]. Ketika saya di Dewan Riset Ilmu Pengetahuan Industri -- 40 laboratorium -- ketika dua laboratorium tidak berkomunikasi, saya akan menjembataninya. dan saat ini saya presiden persekutuan riset global, 60.000 ilmuwan dari sembilan negara, dari India hingga AS. Saya mencoba membangun tim global yang akan mengkaji tantangan global dahsyat yang dihadapi dunia. itulah pelajarannya. itulah momen penuh ilham
You can share this video by copying this HTML to your clipboard and pasting into your blog or web page. This video will play with subtitles.
You either have JavaScript turned off or have an old version of the Adobe Flash Player. To view this rating widget you
need to get the latest Flash player.
If your browser allows only "trusted sites" to execute Javascript, you should add the "googleapis.com" domain to your whitelist to allow our Flash detection to work properly.
Got an idea, question, or debate inspired by this talk? Start a TED Conversation.
Insinyur RA Mashelkar berbagi tiga cerita tentang rancangan super murah dari India yang menggunakan pola pikir bottom-up, dan beberapa rekayasa yg cerdik, yang memungkinkan produk-produk mewah (mobil, prostetik) menjadi terjangkau bagi siapa saja.
Using a principle he calls “convex lens leadership,” R.A. Mashelkar’s vision has catapulted india’s talent for science and innovation onto the international stage. Full bio »
Translated into Indonesian by Judge Pau
Reviewed by Katherine Kho
Comments? Please email the translators above.
15:06 Posted: Aug 2006
Views 436,800 | Comments 71
Just follow the guidelines outlined under our Creative Commons license.
This comment will be attributed to . Not ? Sign Out.