Saya akan mulai dengan empat kata yang merupakan rangka dari acara minggu ini, empat kata yang akan menjelaskan tentang abad ini. Ini dia: Bumi ini sudah penuh. Penuh dengan kita, penuh dengan barang-barang kita, penuh dengan sampah kita, penuh dengan permintaan kita. Memang, kita adalah spesies yang brilian dan kreatif, namun kita telah membuat sedikit terlalu banyak hal -- begitu banyak hingga ekonomi kita kini lebih besar dibandingkan tuan rumahnya, planet kita.
Ini bukanlah pernyataan filosofis, namun hanya sekedar ilmu pasti berdasarkan fisika, kimia, dan biologi. Ada banyak analisis ilmiah akan hal ini namun semuanya memiliki kesimpulan yang sama -- yaitu kita hidup melebihi sarana yang ada. Contohnya, para ilmuwan terkenal dari Jaringan Tapak Kaki Global menghitung bahwa kita perlu sekitar 1,5 kali Bumi untuk mempertahankan ekonomi kita. Dengan kata lain, untuk terus berjalan dengan laju saat ini kita memerlukan 50 persen lebih banyak Bumi. Dalam bahasa keuangan, ini berarti selalu menghabiskan 50 persen lebih banyak daripada pendapatan, dengan hutang yang semakin banyak setiap tahun. Namun sudah pasti, Anda tidak bisa meminjam sumber daya alam, sehingga kita menghabiskan modal kita atau mencuri dari masa depan.
Jadi saat saya berkata penuh, maksud saya benar-benar penuh -- jauh melebihi toleransi kesalahan, jauh melebihi perdebatan apapun mengenai metodenya. Hal ini berarti ekonomi kita tidak dapat bertahan. Saya tidak berkata hal ini tidak baik atau menyenangkan, atau hal ini buruk bagi beruang kutub dan hutan, walaupun sudah pasti demikian. Yang saya katakan adalah pendekatan kita tidak akan dapat bertahan. Dengan kata lain, berkat hukum fisika sialan itu, saat sesuatu tidak dapat bertahan, semua berhenti. Namun Anda mungkin berpikir itu tidak mungkin. Kita tidak dapat menghentikan pertumbuhan ekonomi. Karena itulah yang akan berhenti: pertumbuhan ekonomi. Itu akan berhenti karena sumber daya perdagangan akan habis, berhenti karena permintaan kita akan sumber daya alam, akan kapasitas, akan sistem dari planet Bumi yang kini mengalami kerusakan ekonomi terus meningkat.
Saat kita berpikir tentang berhentinya pertumbuhan ekonomi kita merasa, "Itu tidak mungkin," karena pertumbuhan ekonomi sangat penting bagi masyarakat kita, sehingga jarang dipertanyakan. Walaupun pertumbuhan membawa banyak keuntungan gagasan yang paling dasar yang cenderung tidka kita pahami tentang adalah kemungkinan jika hal itu tidak ada. Walaupun pertumbuhan membawa banyak keuntungan, hal itu didasari gagasan gila -- gagasan gila itu adalah bahwa kita bisa mencapai pertumbuhan tidak terbatas di atas planet yang terbatas. Saya sekedar bilang bahwa sang kaisar telanjang. Ide gila itu hanya itu, benar-benar gila, dan saat Bumi penuh, semuanya tamat.
Anda berpikir, ayolah, itu tidak mungkin. Teknologi itu mengagumkan. Orang-orang sangat inovatif. Ada banyak cara untuk meningkatkan cara kita berbuat sesuatu. Kita pasti dapat menyelesaikannya. Itu benar. Sebagian besar benar. Kita memang mengagumkan dan terus menerus menyelesaikan masalah sulit dengan kreatifitas luar biasa. Jadi jika masalah kita adalah menurunkan ekonomi manusia dari 150 persen menjadi 100 persen dari kapasitas Bumi, kita bisa melakukannya. Masalahnya adalah kita baru saja memanaskan mesin pertumbuhan ini. Kita berencana membuat ekonomi bertekanan tinggi ini menjadi dua kali lebih besar dan kemudian empat kali lebih besar -- tidak dalam jangka panjang, namun dalam kurang dari 40 tahun, dalam rentang hidup kebanyakan dari Anda. Cina berencana melakukannya hanya dalam 20 tahun. Satu-satunya masalah dalam rencana itu adalah hal itu tidak mungkin.
Untuk menanggapinya, beberapa orang berpendapat bahwa pertumbuhan diperlukan, kita harus mengentaskan kemiskinan. Kita memerlukannya untuk mengembangkan teknologi, untuk menjaga stabilitas sosial. Saya rasa pendapat ini luar biasa seperti berusaha membengkokkan hukum-hukum fisika agar cocok dengan kebutuhan kita. Seakan Bumi tidak peduli apa yang kita butuhkan. Alam tidak mau berunding; dia hanya menetapkan peraturan dan menetapkan akibatnya. Ini bukanlah batas batiniah. Ini tentang makanan, air, tanah, dan iklim, fondasi ekonomi dan praktek utama dari hidup kita.
Jadi gagasan bahwa kita dapat beralih dengan mulus menuju ekonomi berdasarkan pengetahuan, bertenaga surya yang sangat efisien yang diubah ilmu dan teknologi agar 9 miliar orang dapat hidup pada tahun 2050 dengan kelimpahan dan unduhan digital hanyalah angan-angan. Bukan berarti kita tidak dapat memberi makan, pakaian, dan rumah serta dapat hidup layak. Hal itu bisa dilakukan. Namun gagasan bahwa kita dapat dengan mulus menuju ke sana dengan beberapa cegukan kecil benar-benar salah, dan hal ini kesalahan berbahaya karena itu berarti kita tidak bersiap untuk apa yang akan terjadi.
Lihatlah apa yang terjadi saat Anda menjalankan sistem melebihi batas dan terus membiarkannya dengan laju yang semakin cepat, sistem itu akan berhenti bekerja dan hancur. Dan itulah yang akan terjadi pada kita. Banyak dari Anda akan berpikir kita pasti masih dapat menghentikan hal ini. Jika keadaannya seburuk itu, kita akan bertindak. Mari kita pikirkan gagasan ini. Kita telah mendapat peringatan selama 50 tahun. Ilmu pengetahuan telah membuktikan pentingnya perubahan. Ada analisis ekonomi yang menunjukkan bahwa bukan saja kita mampu, tapi juga lebih murah untuk bertindak di awal. Namun kenyataannya adalah kita hampir tidak melakukan apa-apa untuk mengubahnya. Kita bahkan tidak melambat. Sebagai contoh pada tahun lalu tentang iklim kita mengeluarkan emisi global dalam jumlah terbesar. Kisah tentang makanan, air, tanah, dan iklim semuanya masih sama.
Saya sebenarnya tidak berkata dengan putus asa, saya telah menyesali kerugian itu. Saya dapat menerima di mana kita sekarang. Ini menyedihkan, namun inilah kenyataannya. Namun ini jugalah saatnya kita mengakhiri pengingkaran kita dan mengakui bahwa kita tidak bertindak, tidak mulai bertindak, dan tidak akan bertindak hingga krisis ini menyentuh ekonomi. Dan itulah mengapa akhir dari pertumbuhan adalah isu utama dan kejadian yang harus kita persiapkan.
Lalu kapan peralihan ini dimulai? Kapan kehancuran ini dimulai? Menurut saya, hal ini sudah dimulai. Saya tahu kebanyakan orang tidak melihat seperti itu. Kita cenderung masih melihat dunia bukan sebagai suatu sistem terpadu, namun serangkaian masalah terpisah-pisah. Kita melihat protes menduduki Wall Street, kita melihat melonjaknya krisis hutang, kita melihat kesenjangan yang semakin besar, kita melihat pengaruh uang pada politik, kita melihat keterbatasan sumber daya, harga makanan dan minyak. Namun kita dengan salah melihat setiap isu-isu ini sebagai masalah yang terpisah-pisah. Sebenarnya, sistem ini sedang dalam proses pengrusakan -- sistem kita, pertumbuhan ekonomi yang digerakkan hutang dari demokrasi yang tidak efektif, dari memberi beban yang terlalu berat kepada Bumi, sedang memakan dirinya sendiri.
Saya bisa memberikan banyak kajian dan bukti untuk membuktikan hal ini, namun saya tidak akan memberikannya, karena bukti-bukti itu ada di sekeliling Anda. Saya ingin berbicara tentang ketakutan karena dalam pandangan saya masalah paling penting yang kita hadapi adalah bagaimana kita menanggapi pertanyaan ini. Krisis ini tidak dapat terelakkan. Masalahnya adalah, bagaimana kita menanggapinya? Tentu saja kita tidak dapat tahu apa yang akan terjadi. Masa depan benar-benar tidak pasti.
Namun mari pikirkan apa yang dikatakan ilmu pengetahuan tentang apa yang mungkin terjadi. Bayangkan ekonomi kita saat gelembung karbon meletus, saat pasar keuangan menyadari bahwa agar ada harapan untuk mencegah iklim menjadi tidak terkendali, industri minyak bumi dan batubara harus tamat. Bayangkan Cina, India, dan Pakistan berperang saat pengaruh iklim menciptakan konflik perebutan makanan dan air. Bayangkan negara Timur Tengah tanpa pendapatan minyak bumi dan pemerintahannya runtuh. Bayangkan industri makanan yang sangat teratur dan sistem pertanian yang sangat tertekan hancur, dan rak-rak supermarket menjadi kosong. Bayangkan tingkat pengangguran di Amerika mencapai 30 persen saat ekonomi global dicengkeram ketakutan dan ketidakpastian.
Kini bayangkan apa artinya bagi Anda, bagi keluarga dan teman-teman anda, bagi keuangan Anda sendiri. Bayangkan artinya bagi keamanan Anda sendiri saat masyarakat sipil bersenjata menjadi semakin marah karena hal ini telah terjadi. Bayangkan apa yang Anda katakan kepada anak-anak Anda saat mereka bertanya, "Ayah, Ibu, seperti apa rasanya pada tahun 2012 saat kalian mengalami dekade terpanas sepanjang sejarah selama 3 dekade berturut-turut, saat setiap badan ilmiah di dunia mengatakan ada masalah besar saat samudera menjadi asam saat harga minyak dan makanan meroket, saat ada bentrokan di jalan-jalan kota London, saat mereka menduduki Wall Street? Saat sistem itu sudah jelas-jelas rusak, apa yang kalian pikirkan, yang kalian lakukan?"
Lalu bagaimana perasaan Anda saat cahaya tentang ekonomi global dalam pikiran Anda padam, saat anggapan tentang masa depan menghilang dan sesuatu yang sangat berbeda muncul? Luangkanlah waktu sejenak dan ambil nafas dan pikrkan, apa yang Anda rasakan saat ini? Mungkin menyangkal. Mungkin marah. Mungkin takut. Tentu saja, kita tidak tahu apa yang akan terjadi dan kita harus hidup dalam ketidakpastian. Namun saat kita berpikir tentang kemungkinan yang saya lukiskan ini seharusnya kita merasa sedikit takut.
Kita semua berada dalam bahaya dan kita telah berkembang untuk menanggapinya dengan rasa takut untuk memacu tanggapan yang manjur, untuk membantu menghadapi ancaman itu dengan berani. Namun ini bukanlah tentang hukuman bagi yang badung. Anda tidak dapat melihat bahaya itu. Namun jika Anda melihat Anda bisa melihatnya di depan pintu peradaban Anda. Karena itu kita harus merasakannya saat cahaya itu masih menyala karena jika kita menunggu hingga krisis itu mengambil alih, kita mungkin akan panik dan bersembunyi. Jika kita merasakan dan memikirkannya sekarang kita akan menyadari tidak ada yang perlu ditakutkan selain ketakutan itu sendiri. Benar, semuanya akan menjadi buruk dengan segera -- sudah pasti dalam jangka hidup kita -- namun kita lebih dari sanggup melalui apapun yang akan datang.
Lihatlah orang-orang yang percaya bahwa manusia dapat menyelesaikan masalah apapun bahwa teknologi itu tidak terbatas dan pasar dapat terus tumbuh sebenarnya benar. Satu-satunya hal yang mereka lewatkan adalah diperlukan krisis agar kita bisa maju. Saat kita merasa takut akan kehilangan kita dapat melakukan hal-hal yang cukup luar biasa. Pikirkan tentang perang. Setelah pengeboman Pearl Harbor, hanya perlu empat hari bagi pemerintah untuk melarang produksi mobil-mobil untuk warga sipil dan mengarahkan ulang industri mobil dan menjatah distribusi makanan dan energi. Pikirkan bagaimana perusahaan menanggapi ancaman bangkrut dan bagaimana perubahan yang tampak tidak mungkin berhasil dilakukan. Pikirkan tentang tanggapan seseorang akan diagnosis penyakit yang mengancam hidupnya dan perubahan gaya hidupnya jika sebelumnya hal itu terlalu sulit tiba-tiba menjadi cukup mudah.
Sebenarnya kita cerdas dan cukup luar biasa, namun kita memerlukan krisis. Dan berita baiknya adalah, krisis yang ini adalah monster. (Tawa) Benar, jika kita salah kita bisa berhadapan dengan akhir peradaban kita, namun jika kita benar ini bisa menjadi awal dari sebuah peradaban. Pikirkan betapa hebatnya dapat memberitahu cucu Anda bahwa Anda menjadi bagian dari itu?
Sudah pasti tidak ada penghalang teknis dan ekonomi. Para ilmuwan seperti James Hansen memberi tahu bahwa kita harus menghilangkan emisi CO2 dari ekonomi hanya dalam beberapa dekade. Saya ingin tahu apa saja yang diperlukan sehingga saya bekerja bersama profesor Jorgen Randers dari Norwegia untuk mencari jawabannya. Kami membuat rencana bernama "Rencana Perang Tingkat Satu" -- dinamakan begitu karena jumlah mobilisasi dan fokus yang diperlukan. Saya terkejut karena menghilangkan emisi CO2 dari ekonomi dalam 20 tahun sebenarnya cukup mudah dan murah, tidak begitu murah, namun pastinya tidak sebesar biaya dari peradaban yang runtuh. Kami tidak menghitung dengan akurat namun kami tahu itu akan sangat mahal. Anda dapat melihat rinciannya namun kesimpulannya, kita dapat mengubah ekonomi kita. Kita dapat melakukannya dengan teknologi yang telah terbukti, dengan biaya yang terjangkau, dengan struktur politik yang ada sekarang. Satu-satunya hal yang perlu kita ubah adalah bagaimana kita berpikir dan merasakan. Dan di sinilah peran Anda:
Saat kita berpikir tentang masa depan yang saya lukiskan sudah pasti kita merasa sedikit takut. Takut bisa melumpuhkan atau bisa memacu kita. Kita harus menerima ketakutan itu dan bertindak. Kita harus bertindak seakan itu adalah satu-satunya harapan untuk masa depan. Kita harus bertindak seakan kita hanya memiliki satu planet. Kita dapat melakukannya. Saya tahu para fundamentalis pasar bebas akan berkata banyak pertumbuhan, banyak barang, dan 9 miliar orang pergi berbelanja adalah hal terbaik yang bisa dilakukan. Mereka salah. Kita bisa lebih lagi, jauh lebih banyak lagi. Kita telah mencapai hal-hal yang luar biasa sejak berhasil mengetahui cara bercocok tanam 10.000 tahun yang lalu. Kita telah membangun fondasi yang kuat dari ilmu, pengetahuan, dan teknologi -- yang lebih dari cukup untuk membangun masyarakat dimana 9 milar orang dapat hidup secara layak, puas, dan sejahtera. Bumi dapat mendukung hal itu jika kita memilih jalur yang tepat.
Kita dapat memilih saat krisis ini untuk bertanya dan menjawab pertanyaan besar dari evolusi masyarakat -- seperti, ingin menjadi apa kita saat besar nanti, setelah melewati masa remaja yang gegabah ini, dimana kita berpikir tidak ada batas dan menderita khayalan akan keabadian? Inilah saatnya untuk tumbuh menjadi lebih bijaksana, lebih tenang, lebih penuh pertimbangan. Seperti generasi sebelum kita, kita akan tumbuh di tengah peperangan -- bukan perang antar peradaban, namun perang demi peradaban, demi kesempatan yang luar biasa untuk membangun masyarakat yang lebih kuat dan lebih bahagia dan rencana untuk terus hidup sampai usia paruh baya.
Kita dapat memilih hidup, bukan ketakutan. Kita bisa melakukan apa yang perlu dilakukan namun diperlukan semua pengusaha, semua seniman, semua ilmuwan, semua penghubung, semua ibu, semua ayah, semua anak, kita semua. Ini bisa menjadi waktu terbaik kita.
You can share this video by copying this HTML to your clipboard and pasting into your blog or web page. This video will play with subtitles.
You either have JavaScript turned off or have an old version of the Adobe Flash Player. To view this rating widget you
need to get the latest Flash player.
If your browser allows only "trusted sites" to execute Javascript, you should add the "googleapis.com" domain to your whitelist to allow our Flash detection to work properly.
Got an idea, question, or debate inspired by this talk? Start a TED Conversation.
Apakah kita sudah menggunakan semua sumber daya kita? Apakah kita sudah mengisi semua ruangan yang bisa ditinggali di Bumi ini? Paul Gilding berkata iya, dan hal itu bisa mengakibatkan kehancuran, dalam presentasi yang sekaligus mengerikan dan, anehnya, penuh harapan.
Paul Gilding is an independent writer, activist and adviser on a sustainable economy. Click through to watch the onstage debate that followed this talk. Full bio ยป
Translated into Indonesian by Antonius Yudi Sendjaja
Reviewed by Alia Makki
Comments? Please email the translators above.
18:19 Posted: May 2010
Views 399,760 | Comments 277
16:14 Posted: Feb 2012
Views 963,613 | Comments 429
15:31 Posted: Sep 2008
Views 330,091 | Comments 83
Just follow the guidelines outlined under our Creative Commons license.
This comment will be attributed to . Not ? Sign Out.