Saya akan bicara mengenai pola pikir anda. Apakah pola pikir anda sesuai dengan kumpulan data saya? (Tawa) Jika tidak, satu diantaranya perlu dimuktahirkan, bukan?
Ketika saya berbicara kepada murid-murid saya tentang isu-isu global, dan ketika saya mendengarkan mereka waktu istirahat, mereka selalu berbicara tentang "kita" dan "mereka." Dan ketika mereka kembali ke kelas saya tanya mereka, "Apa yang kalian maksud dengan "kita" dan "mereka"? "Oh, gampang. Itu adalah negara-negara barat (maju) dan negara-negara berkembang," kata mereka. "Kami belajar itu di kuliah." Kalau begitu apa definisinya? "Definisinya? Semua orang tahu," kata mereka.
Dan kemudian, saya kejar mereka terus seperti tadi. Lalu satu pemudi berkata, dengan pintarnya, "Gampang. Dunia barat itu umurnya panjang dan keluarganya kecil. Dunia berkembang itu umurnya pendek dan keluarganya besar. Dan saya suka definisi tersebut karena itu memampukan saya untuk mentransfer pola pikir mereka ke dalam bentuk kumpulan data. Dan di sini kita punya kumpulan datanya. Jadi anda dapat lihat yang kita punya di sumbu ini adalah ukuran keluarga. Satu, dua, tiga, empat, lima anak per wanita di sumbu ini. Dan di sini, usia, tingkat harapan hidup, 30, 40, 50. Tepat seperti apa yang murid-murid katakan tentang konsep mereka tentang dunia.
Dan sungguh ini adalah tentang kamar tidur. Apakah pria dan wanita memutuskan untuk mempunyai keluarga kecil, dan merawat anak-anak mereka, dan berapa lama mereka akan hidup. Benar-benar tentang kamar mandi dan dapur. Jika anda punya sabun, air, dan makanan, anda dapat hidup lama. Dan murid-murid memang benar. Bukannya dunia terdiri dari -- dunia terdiri dari, satu kumpulan negara di sebelah sini, yang memiliki keluarga besar dan umur pendek. Negara-negara berkembang. Dan kita punya satu kumpulan negara di atas sana yang merupakan negara-negara barat. Mereka mempunyai keluarga kecil dan umur yang panjang.
Dan anda akan melihat di sini hal menakjubkan yang telah terjadi di dunia selama masa hidup saya. Lalu negara berkembang menggunakan sabun dan air, vaksinasi, Dan negara-negara berkembang mulai mencanangkan keluarga berencana. Dan sebagian berkat AS yang menolong menyediakan saran teknis dan investasi. Dan anda melihat bahwa dunia bergerak menuju keluarga dengan dua anak, dan hidup dengan usia 60 sampai 70 tahun.
Tapi beberapa negara tetaplah tertinggal di daerah ini. Dan anda dapat lihat kita masih punya Afghanistan di bawah sini. Kita punya Liberia. Kita punya Kongo. Jadi kita punya negara-negara yang masih hidup di sana. Jadi masalah yang saya punya adalah bahwa pandangan tentang dunia yang murid-murid saya miliki sesuai dengan realita di dunia pada jaman guru mereka dilahirkan. (Tawa) (Tepuk tangan)
Dan orang kebanyakan, ketika kita menunjukkan ini di seluruh dunia. Saya berada di Konferensi Kesehatan Global di sini di Washington, minggu lalu, dan saya dapat melihat konsep yang salah ini dimiliki bahkan oleh orang-orang yang aktif di Amerika Serikat. Mereka tidak menyadari perkembangan dari Mexico di sana, dan Cina, relatif terhadap Amerika Serikat. Lihat di sini seiring waktu berjalan. Mari kita mulai. Mereka mulai mengejar. Di sana Mexico. Sama dengan Amerika Serikat di dua dimensi sosial ini. Kurang dari lima persen spesialis kesehatan global yang sadar akan hal ini. Negara hebat ini, Mexico, mempunyai masalah dengan senjata yang datang dari utara, melewati perbatasan. Jadi mereka harus menghentikan itu. Karena mereka memiliki hubungan yang aneh dengan Amerika Serikat, tahu.
Tapi jika saya ganti sumbunya di sini, lihat, dan saya akan, di sini, saya akan menggantinya dengan pendapatan per kapita. Pendapatan per orang. Saya bisa taruh itu di sini. Dan kita akan melihat sebuah gambaran yang benar-benar berbeda. Omong-omong, saya mengajarkan anda cara menggunakan situs kami, Gapminder World. Kenapa saya mengoreksi ini? Karena ini adalah alat gratis di internet. Dan ketika saya sekarang sudah memperbaikinya, Saya dapat kembali 200 tahun yang lalu di sejarah. Dan saya dapat mencari Amerika Serikat di sana. Dan saya dapat menunjukkan negara-negara lain. Dan sekarang saya punya pendapatan per kapita di sumbu ini. Dan Amerika Serikat hanya memiliki 2.000 dolar, pada saat itu. Dan tingkat harapan hidup hanyalah 35 sampai 40 tahun, sama dengan Afghanistan sekarang.
Dan apa yang telah terjadi di dunia, saya akan tunjukkan sekarang. Ini lebih bagus dibanding belajar sejarah selama setahun di universitas. Anda dapat memperhatikan saya semenit dan anda akan dapat melihat seluruhnya. (Tawa) Anda dapat lihat bagaimana bulatan coklat, yaitu Eropa Barat, dan yang kuning, yaitu Amerika Serikat, mereka menjadi kaya dan makin kaya dan juga menjadi sehat dan makin sehat. Dan ini sekarang adalah 100 tahun yang lalu di mana bagian dunia yang lain tetaplah tertinggal di belakang. Mari kita lihat. Dan di sini adalah influenza. Makanya kita sangat takut dengan flu, kan? Masih diingat. Jatuhnya tingkat harapan hidup. Dan lalu kita naik. Dan tidaklah sampai kemerdekaan dimulai.
Lihatlah di sini kita punya Cina di sana, India di sebelah sana, dan inilah yang telah terjadi. Anda dapat lihat, bahwa kita punya Mexico di atas sana. Mexico tidaklah setara dengan Amerika Serikat. Tapi mereka lumayan dekat. Dan khususnya sangat menarik untuk melihat Cina dan Amerika Serikat, selama 200 tahun. Karena anak tertua saya bekerja untuk Google, setelah Google memperoleh peranti lunak ini. Karena ini pada kenyataannya adalah "pekerja anak". Anak saya dan istrinya bekerja bertahun-tahun untuk mengembangkan ini. Dan anak bungsu saya, yang belajar bahasa Cina di Beijing. Dan mereka sampai kepada dua perspektif yang saya punya. Anda tahu? Dan anak saya, si bungsu yang belajar di Beijing, di Cina, dia mempunyai pandangan jangka panjang. Di lain pihak, anak tertua saya, yang bekerja di Google, dia harus mengembangkan tiap kuartal (seperempat tahun), atau tiap setengah tahun. Atau, jika Google cukup murah hati, dia bisa mendapat satu atau dua tahun lagi.
Tapi di Cina mereka melihat dari generasi ke generasi karena mereka ingat masa yang sangat memalukan, selama 100 tahun, saat mereka mengalami kemunduran. Dan lalu mereka akan mengingat paruh pertama dari abad yang lalu, yang sangatlah buruk. Dan kita dapat mulai dari "lompatan jauh ke depan". Tapi ini tahun 1963. Mao Zedong akhirnya mendatangkan kesehatan ke Cina. Lalu dia meninggal. Dan Deng Xiaoping memulai pergerakan maju yang luar biasa ini.
Tidakkah aneh bahwa Amerika Serikat mulai dengan mengembangkan ekonominya, lalu perlahan menjadi lebih kaya. Namun Cina dapat menjadi lebih sehat jauh lebih awal. Karena mereka menerapkan pengetahuan tentang pendidikan, gizi, dan juga manfaat penisilin dan vaksin, dan program KB. Dan Asia dapat memiliki perkembangan sosial sebelum mereka memperoleh perkembangan ekonomi. Jadi bagi saya, sebagai seorang profesor kesehatan publik, tidaklah heran kalau negara-negara ini sekarang berkembang sangat pesat.
Karena apa yang anda lihat disini, apa yang anda lihat adalah dunia datarnya Thomas Friedman. Iya kan? Memang tidak benar-benar datar. Tapi negara-negara dengan pendapatan menengah, dan ini adalah di mana saya mengusulkan kepada murid-murid saya, untuk berhenti menggunakan konsep "negara berkembang." Karena bagaimanapun, berbicara tentang negara berkembang seperti mempunyai dua bab di sejarah Amerika Serikat.
Bab terakhirnya tentang saat ini, dan presiden Obama. Dan yang lain adalah tentang masa lalu. Di mana kita mencakup semua dari Washington sampai dengan Eisenhower. Karena Washington sampai Eisenhower, adalah yang kita temukan di negara berkembang. Kita bahkan bisa memulai ini dari Mayflower sampai Eisenhower, dan itu semua akan mencakup negara berkembang. Yang mengembangkan kota-kotanya dengan cara yang luar biasa. Yang memiliki wirausahawan-wirausahawan yang hebat, namun juga ada negara-negara yang runtuh,
Jadi bagaimana kita bisa mengerti ini semua dengan lebih baik? Salah satu caranya adalah mencoba untuk melihat apakah kita dapat melihat distribusi pendapatannya. Ini adalah distribusi pendapatan orang-orang di dunia, dari satu dolar. Ini adalah di mana anda bisa makan. Orang-orang ini tidur dengan perut kosong. Dan ini adalah banyaknya orang. Ini adalah 10 dolar, tidak tergantung apakah anda mempunyai sistem pelayanan kesehatan publik atau swasta. Di sini anda dapat menyediakan pelayanan kesehatan untuk keluarga anda dan sekolah untuk anak anda. Dan ini adalah negara-negara OECD. Hijau, Amerika Latin, Eropa Timur. Ini adalah Asia Timur. Dan biru muda di sana adalah Asia Selatan.
Dan seperti inilah dunia telah berubah. Seperti inilah perubahan yang terjadi. Dapatkah anda lihat bagaimana mereka telah berkembang? Dan bagaimana ratusan juta bahkan milyaran orang keluar dari kemiskinan di Asia? Dan menuju ke sini. Dan sekarang, saya masuk ke proyeksi. Tapi saya harus berhenti di pintu Lehman Brothers di sini. Anda tahu. Karena ... (Tawa) Karena di situ proyeksinya tidak berlaku lagi. Mungkin dunia akan melakukan ini. Dan lalu akan bergerak maju seperti ini. Tapi sedikit banyak ini yang bakal terjadi. Dan kita akan memiliki dunia yang tidak dapat lagi dilihat sebagai terbagi dua.
Kita punya negara-negara dengan pendapatan tinggi di sini, dengan Amerika Serikat sebagai pemimpinnya. Kita punya negara-negara yang berkembang pesat di tengah, yang menyediakan banyak dana untuk bailout. Dan kita juga punya negara-negara dengan pendapatan rendah di sini, Yah ini adalah fakta dari mana uangnya datang. Mereka telah menabung, anda tahu, selama satu dekade terakhir. Dan di sini kita punya negara-negara berpendapatan rendah di mana para wirausahawan berada. Dan di sini kita juga punya negara-negara yang runtuh dan berperang, seperti Afghanistan, Somalia, sebagian Kongo, Darfur. Kita punya ini semua pada saat yang bersamaan.
Itulah mengapa menjelaskan apa yang telah terjadi di negara-negara berkembang sangat penuh masalah. Karena sangatlah berbeda, apa yang terjadi di sana. Dan itulah mengapa saya mengusulkan pendekatan yang sedikit berbeda untuk menyebut negara-negara tersebut. Dan kita juga punya perbedaan yang besar di antara negara-negara. Saya dengar bahwa deparetemen-departemen di sini dibagi secara regional. Di sini kita punya Afrika Sub-Sahara, Asia Selatan, Asia Timur, negara-negara Arab, Eropa Timur, Amerika Latin, dan OECD. Dan di sumbu ini PDB (Pendapatan Domestik Bruto). Dan di sumbu ini, kesehatan, tingkat kelangsungan hidup anak. Dan tidaklah mengagetkan bahwa Afrika, selatan dari Sahara, adalah yang paling bawah.
Tapi jika saya pisahkan, saya pisahkan menjadi bulatan-bulatan negara, ukuran bulatannya di sini adalah jumlah penduduk. Anda dapat lihat Sierra Leone dan Mauritius benar-benar berbeda. Terdapat perbedaan yang sedemikian di dalam Afrika Sub-Sahara. Dan saya dapat membagi yang lainnya. Di sini Asia Selatan, Dunia Arab. Sekarang anda melihat departemen-departemen yang berbeda. Eropa Timur, Amerika Latin, dan negara-negara OECD. Dan disinilah kita berada. Kita punya ketersinambungan di dunia. Kita tidak dapat menaruh ini ke dalam dua bagian.
Di bawah sini Mayflower. Di sini Washington, membangun, membangun negara. Lincoln disini, memajukannya. Di sini Eisenhower membawa modernitas ke dalam negara. Dan ini Amerika Serikat sekarang, di atas sana. Dan kita punya negara-negara di sepanjang jalan. Nah, inilah hal yang penting dalam memahami bagaimana dunia telah berubah. Dan di sini saya memutuskan untuk membuat pengumuman. (Tawa)
Dan ini adalah tugas saya, atas nama seluruh dunia, untuk mengucapkan terima kasih kepada pembayar pajak di AS, untuk Survey Kesehatan Penduduk. Banyak yang tidak tahu -- benar, ini bukan lelucon. Ini sangatlah serius. Ini berkat dari pendanaan terus menerus dari AS selama 25 tahun dengan metodologi yang sangat bagus untuk mengukur tingkat kematian anak maka kita dapat memahami apa yang terjadi di dunia. (Tepuk tangan) Dan pemerintah AS yang dengan semampunyalah, yang tanpa advokasi menyediakan fakta-fakta, yang berguna bagi masyarakat. Dan menyediakan data secara gratis, di internet, untuk digunakan siapa saja. Terima kasih banyak.
Kebalikan dari Bank Dunia, yang mengumpulkan data dengan uang pemerintah, uang pajak, dan lalu mereka menjualnya untuk menambah sedikit untung, dengan cara Guttenberg, yang sangat tidak efisien. (Tepuk tangan) Tapi orang-orang yang melakukan hal tersebut di bank dunia adalah termasuk yang terbaik di dunia. Dan mereka adalah profesional-profesional yang sangat terlatih. Hanya saja kita ingin untuk mengupgrade badan-badan internasional kita untuk menghadapi dunia dengan cara yang lebih modern, seperti yang kita lakukan. Dan ketika kita membahas kebebasan data dan transparansi, Amerika Serikat adalah salah satu yang terbaik. Dan perkataan ini tidak begitu saja keluar dari mulut seorang profesor kesehatan publik dari Swedia. (Tawa) Dan saya tidak dibayar untuk datang ke sini, tidak.
Saya ingin menunjukkan kepada anda apa yang terjadi dengan data, apa yang kita dapat tunjukkan dengan data ini. Lihatlah ini. Ini adalah dunia. Dengan pendapatan di sana, dan tingkat kematian anak. Dan apa yang telah terjadi di dunia? Sejak 1950, selama 50 tahun terakhir kita telah mengalami penurunan tingkat kematian anak. Dan ini berkat Survey Kesehatan Penduduk yang memungkinkan kita mengetahui hal ini. Dan kita punya peningkatan tingkat pemasukan. Dan biru adalah mantan negara-negara berkembang yang bercampur dengan mantan negara-negara barat yang maju. Dan kita punya sebuah kesinambungan. Tapi masih ada, tentu saja, Kongo, di atas sana. Masih terdapat negara-negara miskin seperti yang selalu ada, dalam sejarah. Dan inilah semilyar terbawah, yang kita selalu dengar, hari-hari ini, tentang sebuah cara yang benar-benar baru untuk melakukannya.
Dan seberapa cepatkah ini terjadi? Ya MDG 4. (Tujuan Pembangunan Milenium 4) Amerika Serikat tidaklah begitu bersemangat untuk menggunakan MDG 4. Tapi AS adalah sponsor utama yang memampukan kita untuk mengukur hal ini. Karena hanya tingkat kematian anak yang dapat kita ukur. Dan kita selalu mengatakan bahwa itu harus jatuh di bawah 4% per tahun. Mari kita lihat apa yang Swedia telah lakukan. Kita selalu menyombongkan diri tentang cepatnya kemajuan sosial. Di situlah kita pada 1900. 1900, Swedia di sana. Sama dengan tingkat kematian anak seperti Bangladesh, 1990. Walaupun mereka punya pendapatan yang lebih rendah. Mereka mulai dengan sangat baik. Mereka menggunakan bantuan dengan baik. Mereka memvaksinasikan anak-anaknya. Mereka memperoleh air bersih. Dan mereka menurunkan tingkat kematian anak, dengan tingkat yang mengagumkan 4.7 % per tahun. Mereka mengalahkan Swedia. Saya menjalankan Swedia untuk periode 16 tahun yang sama.
Ronde dua, Sweden 1916, melawan Mesir 1990. Mari kita lihat. Lagi-lagi Amerika Serikat adalah salah satu penyebabnya di sini. Mereka menyediakan air bersih. Mereka menyediakan makanan untuk orang miskin. Dan malaria mereka basmi. 5.5 persen. Mereka bahkan lebih cepat dari tujuan pembangunan milenium.
Dan kesempatan ketiga untuk Swedia, melawan Brazil di sini. Dan Brazil di sini mengalami peningkatan (kualitas) sosial yang menakjubkan selama 16 tahun terakhir. Dan mereka bergerak jauh lebih cepat daripada Swedia. Ini berarti dunia sekarang menjadi konvergen. Negara-negara dengan pendapatan menengah, ekonomi berkembang, mereka semua sedang mengejar. Mereka bergerak ke kota-kota, di mana mereka juga akan mendapat bantuan yang lebih baik.
Tapi murid-murid dari Swedia sekarang protes. Mereka bilang, "Ini tidak adil. karena negara-negara ini punya vaksin dan antibiotik yang tidak tersedia di Swedia (waktu itu). Kita harus memperlombakannya pada masa yang sama." Oke. Saya berikan Singapura, pada tahun di mana saya dilahirkan. Singapura mempunyai tingkat kematian dua kalinya Swedia. Juga merupakan negara paling tropis di dunia. Sebuah rawa paya di khatulistiwa. Dan mari kita mulai. Butuh sedikit waktu buat mereka untuk merdeka. Tapi lalu mereka mulai mengembangkan ekonomi mereka. Dan mereka membuat investasi sosial. Mereka menuntaskan malaria. Mereka membuat sistem kesehatan yang sangat bagus yang mengalahkan AS dan Swedia. Kita tak pernah menyangka bahwa mereka akan menang dari Swedia! (Tepuk tangan)
Semua negara-negara hijau ini mencapai MDG (tujuan pembangunan milenium). Yang kuning baru hampir mencapainya. Yang merah tidak melakukannya, dan kebijakannya harus diperbaiki. Bukanlah merupakan ekstrapolasi yang sederhana. Kita harus benar-benar mencari cara untuk mendukung negara-negara ini dengan cara yang lebih baik. Kita harus menghormati yang dilakukan negara-negara berpendapatan menengah. Dan kita harus mendasari dengan fakta, segala cara kita memandang dunia.
Ini adalah dolar per orang. Ini adalah HIV di negara-negara tesebut. Yang biru adalah Afrika. Besarnya bulatan adalah banyaknya orang yang terjangkit HIV. Di sana Anda melihat tragedi di Afrika Selatan. Sekitar 20 persen dari penduduk dewasanya terinfeksi. Dan walaupun mereka mempunyai pendapatan yang cukup besar namun jumlah orang yang terjangkit HIV juga sangat banyak. Tapi anda dapat juga melihat negara-negara Afrika di bawah sana. Tidak ada itu yang namanya epidemik HIV di Afrika. Ada sejumlah, 5 sampai 10 negara-negara di Afrika yang mempunyai tingkat yang sama seperti Swedia dan Amerika Serikat. Dan ada yang lain yang sangat tinggi.
Dan saya akan tunjukkan kepada anda apa yang telah terjadi di salah satu negara terbaik, dengan ekonomi yang maju di Afrika, dan tata pemerintahan yang baik, yaitu Botswana. Mereka punya tingkat yang tinggi. Lalu turun. Tapi sekarang ini tidak turun. Karena di sana, dengan bantuan dari PEPFAR perawatannya berhasil. Dan orang-orang tidaklah meninggal. Dan tidak mudah untuk melihat, bahwa peperangan yang menyebabkan ini. Karena di sini, di Kongo, ada peperangan. Dan di sini, di Zambia, ada kedamaian.
Dan ini bukan tentang ekonomi. Negara kaya malah sedikit lebih banyak. Dan jika saya bagi Tanzania menurut pendapatannya. 20 persen yang terkaya di Tanzania lebih banyak terinfeksi HIV dibanding yang miskin. Dan sungguh berbeda bahkan di dalam satu negara. Lihatlah propinsi-propinsi di Kenya. Mereka sungguh berbeda. Dan ini adalah situasi yang anda lihat. Bukanlah tingkat kemiskinan yang parah. Ini adalah situasi khusus. Mungkin karena perilaku seksual di antara sebagian populasi heteroseksual di beberapa negara, atau sebagian dari negara-negara, di Afrika bagian selatan atau timur.
Jangan menyebutnya Afrika. Jangan menganggapnya masalah rasial. Anggaplah ini sebagai isu lokal. Dan lakukan pencegahan di tiap tempat, dengan cara yang bisa dilakukan di sana. Jadi untuk mengakhiri. Ada hal-hal mengenai penderitaan semilyar orang-orang termiskin, yang kita tidak tahu. Mereka yang hidup tanpa mengenal ponsel, mereka yang belum melihat komputer, mereka yang tidak mempunyai listrik di rumah.
Ini adalah penyakit Konzo, yang selama 20 tahun saya coba untuk mengerti di Afrika. Ini disebabkan oleh akar singkong beracun yang tidak terproses sempurna, pada saat paceklik. Ini mirip dengar pellagra di Mississippi, tahun 30an. Ini mirip dengan penyakit-penyakit nutrisi lainnya. Ini tidak akan pernah menimpa orang kaya
Kita telah melihat ini di Mozambique. Ini adalah epidemik di Mozambik. Ini adalah epidemik di Tanzania utara. Anda tidak pernah mendengar penyakit ini. Tapi ini lebih banyak yang terkena penyakit ini dibanding yang terkena ebola. Menyebabkan kelumpuhan di seantero daerah. Dan selama dua tahun terakhir 2.000 orang telah lumpuh di ujung selatan dari daerah Bandunda. Yang dulunya tempat perdagangan intan ilegal. Dari UNITA mendominasi daerah di Angola. Yang sekarang telah sirna. Dan sekarang mereka berada dalam masalah ekonomi yang besar. Dan seminggu lalu, untuk pertama kalinya, ada empat baris di Internet.
Jangan bingung dengan kemajuan negara-negara berkembang, dan kapasitas yang besar dari orang-orang di negara-negara berpendapatan menengah, dan di negara-negara berpendapatan rendah yang damai. Masih ada misteri dalam satu milyar itu. Dan kita harus mempunyai konsep lebih dari sekedar negara-negara "maju" dan "berkembang". Kita membutuhkan pola pikir baru. Dunia sedang menuju ke satu titik. Tapi, tapi, tapi, tidak untuk satu milyar terbawah. Mereka akan tetap semiskin itu. Ini tidak bisa terus bertahan. Dan ini tidak akan terjadi di sekitar satu adidaya. Tapi kalian akan tetap menjadi salah satu negara adidaya yang paling penting. Dan mungkin adidaya yang paling berpengharapan, untuk saat ini. Dan institusi ini akan mempunyai peran yang sangat penting, bukan untuk Amerika Serikat, tapi untuk dunia. Jadi kalian punya nama yang sangat jelek, Departemen Negara, padahal bukan Departemen Negara. Tapi Departemen Dunia. Dan kami memiliki harapan yang tinggi pada kalian. Terima kasih banyak. (Tepuk tangan)
You can share this video by copying this HTML to your clipboard and pasting into your blog or web page. This video will play with subtitles.
You either have JavaScript turned off or have an old version of the Adobe Flash Player. To view this rating widget you
need to get the latest Flash player.
If your browser allows only "trusted sites" to execute Javascript, you should add the "googleapis.com" domain to your whitelist to allow our Flash detection to work properly.
Got an idea, question, or debate inspired by this talk? Start a TED Conversation.
Ketika berbicara di Departemen Luar Negeri AS musim panas ini, Hans Rosling menggunakan bulatan-bulatan data dari peranti lunaknya yang memukau, untuk menyangkal mitos-mitos tentang negara berkembang. Lihatlah analisis baru tentang Cina dan dunia pasca-bailout, yang juga dilengkapi dengan pertunjukan data klasik.
In Hans Rosling’s hands, data sings. Global trends in health and economics come to vivid life. And the big picture of global development—with some surprisingly good news—snaps into sharp focus. Full bio »
Translated into Indonesian by Wahyu Perdana Yudistiawan
Reviewed by Randy Sugianto
Comments? Please email the translators above.
19:50 Posted: Jun 2006
Views 5,375,253 | Comments 428
16:34 Posted: Jun 2009
Views 252,775 | Comments 76
16:42 Posted: Jul 2009
Views 420,192 | Comments 435
Just follow the guidelines outlined under our Creative Commons license.
This comment will be attributed to . Not ? Sign Out.