Alkisah, pada usia 24 tahun, saya adalah seorang siswa di St. John's Medical College (Fakultas Kedokteran Santo Yohanes) di Bangalore. Saya adalah seorang siswa tamu selama satu bulan untuk sebuah kuliah tentang kesehatan publik. Dan ini mengubah cara pikir saya selamanya. Kuliahnya bagus, tapi bukanlah isi dari kuliah itu sendiri yang mengubah cara pikir saya. [Yang menyadarkan saya] adalah realisasi brutal, di pagi pertama, bahwa murid-murid India jauh lebih baik dari saya.
Soalnya, saya adalah seorang yang "gila" belajar (kutu buku). Saya suka statistik dari usia muda. Dan saya belajar sungguh giat di Swedia. Saya selalu berada di ranking seperempat teratas di tiap mata kuliah yang saya ambil. Tapi di St. John's, saya berada di ranking seperempat terbawah. Dan faktanya adalah murid-murid India belajar lebih giat daripada kami di Swedia. Mereka membaca buku teks dua kali, atau tiga atau bahkan empat kali. Di Swedia kita baca buku itu sekali lalu pergi pesta.
Dan itu, bagi saya, pengalaman pribadi itu adalah pertama kalinya di hidup saya dimana cara pikir yang saya miliki ketika dibesarkan menjadi berubah. Dan saya menyadari bahwa mungkin dunia Barat tidak akan terus mendominasi dunia selamanya. Dan saya rasa banyak dari kalian yang mempunyai pengalaman pribadi yang mirip. Adalah pencerahan dari seseorang yang kalian jumpai yang benar-benar membuat anda mengubah ide-ide anda tentang dunia. Bukannya statistik-statistik, walaupun saya berusaha untuk membuatnya lucu.
Dan saya sekarang, di sini, di atas panggung, akan mencoba memprediksi kapan itu akan terjadi -- Ketika Asia akan mengambil alih posisi dominannya sebagai kawasan yang memimpin dunia, seperti dulunya, selama lebih dari ribuan tahun. Dan saya akan lakukan itu dengan mencoba memprediksi dengan tepat pada tahun berapa rata-rata pendapatan per kapita di India, di Cina, akan mencapai tingkat yang sama dengan di Barat. Dan maksud saya bukan seluruh ekonomi, karena untuk menumbuhkan sebuah ekonomi dari India untuk menjadi sebesar Inggris -- itu sangatlah gampang [untuk diraih], dengan satu milyar orang. Tapi saya ingin melihat kapan gaji rata-rata, uang yang didapatkan oleh tiap orang, per bulan, di India dan Cina, akan mencapai tingkat yang sama dengan Inggris dan Amerika Serikat?
Tapi saya akan mulai dengan latar belakang sejarah. Dan anda akan dapat lihat peta saya jika saya tampilkan. Bisa? Saya akan mulai dari tahun 1858. 1858 adalah tahun kemajuan teknologi yang luar biasa di dunia Barat. Itu adalah tahun dimana Ratu Victoria dapat, untuk pertama kalinya, berkomunikasi dengan Presiden Buchanan, melalui kabel telegraf trans-Atlantik. Dan mereka adalah yang pertama kali ber-"Twitter" lintas Samudra Atlantik. (Tawa) (Tepuk tangan) Dan saya berhasil, dengan bantuan Google dan Internet yang mengagumkan, untuk mendapatkan isi pesan dari telegram yang dikirim oleh Presiden Buchanan kepada Ratu Victoria. Dan pesan itu diakhiri seperti ini: "Telegraf ini adalah alat yang luar biasa untuk menyebarkan agama, peradaban, kebebasan, dan hukum ke seluruh dunia."
Itu adalah kata-kata yang bagus. Tapi saya jadi penasaran akan apa yang dimaksudkan dengan kebebasan, dan kebebasan untuk siapa. Dan kita akan pikirkan tentang itu ketika kita melihat gambaran yang lebih besar dari dunia pada tahun 1858. Karena tahun 1858 juga adalah tahun penting di dalam sejarah Asia. Tahun 1858 adalah tahun dimana perjuangan yang berani menentang penjajahan asing di India dikalahkan oleh pasukan Britania. Dan India harus mengalami pendudukan asing 89 tahun lagi.
1858 di Cina adalah kemenangan pasukan Britania dalam Perang Candu. Dan ini berarti bahwa orang-orang asing, seperti tertuang dalam perjanjian tersebut, diperbolehkan untuk berdagang dengan bebas di Cina. Ini juga berarti membayar dengan candu untuk barang-barang Cina.
Pada tahun 1858 di Jepang, adalah tahun dimana Jepang harus menandatangani Perjanjian Harris dan menerima perdagangan yang menguntungkan pihak Amerika Serikat. Dan mereka merasa terancam oleh kapal-kapal hitam disana, yang telah berada di pelabuhan Tokyo setahun belakangan. Tapi, Jepang, berbeda dengan India dan Cina, mempertahankan kedaulatan nasionalnya.
Dan marilah kita lihat seberapa besar perbedaannya. Dan saya akan melakukan itu dengan membawa bulatan-bulatan ini kembali ke grafik Gapminder ini, dimana anda dapat melihat tiap bulatan adalah sebuah negara. Ukuran dari bulatan di sini adalah populasi. Di sumbu ini, seperti biasanya pendapatan per kapita dalam dollar. Dan di sumbu ini saya punya tingkat harapan hidup, kesehatan dari masyarakat. Dan saya juga membawa inovasi kemari. Saya telah merubah sinar laser ke dalam bentuk yang ramah lingkungan dan dapat di daur ulang, di India yang hijau.
Dan di sini kita dapat lihat, anda tahu. Lihat di sini, 1858, India di sini, Cina di sini, Jepang di sana, Amerika Serikat dan Kerajaan Inggris lebih kaya di sebelah sana. Dan kita akan mulai dunia seperti ini. India tidak selalu berada di tingkat ini. Sebenarnya jika kita kembali ke catatan historis, ada suatu masa ratusan tahun yang lalu dimana pendapatan per kapita di India dan Cina bahkan di atas daerah Eropa. Tapi pada tahun 1850, setelah bertahun-tahun lamanya dominasi asing, dan India telah mengalami deindustrialisasi. Dan anda dapat melihat bahwa negara-negara yang tumbuh ekonominya adalah Amerika Serikat dan Kerajaan Inggris. Dan mereka juga, pada akhir abad [ke 19], menjadi lebih sehat, dan Jepang mulai untuk mengejar. India masih berusaha di bawah sini. Dapatkah anda lihat pergerakannya di sana? Tapi sungguh, sungguhlah kedaulatan baik adanya untuk Jepang. Dan Jepang mencoba untuk naik di atas sana.
Dan sekarang masuk ke abad baru. Kesehatan menjadi lebih baik, Kerajaan Inggris, Amerika Serikat. Tapi hati-hati sekarang -- kita mendekati Perang Dunia I Dan Perang Dunia I, seperti yang kita tahu, kita akan melihat banyak kematian dan masalah-masalah ekonomi disini. Kerajaan Inggris merosot. Dan sekarang masuk pula flu Spanyol (pandemik 1918). Dan setelah Perang Dunia I, mereka menanjak. masih di bawah dominasi asing, dan tanpa kedaulatan, India dan Cina berada di pojok bawah. Tidak banyak yang terjadi. Mereka bertumbuh dalam populasinya tapi tidak terlalu banyak untuk yang lainnya. Di tahun 1930an, anda dapat lihat bahwa Jepang sedang melalui masa perang, dengan tingkat harapan hidup yang lebih rendah. Dan Perang Dunia II adalah kejadian yang sungguh mengerikan, juga secara ekonomi untuk Jepang. Tapi setelahnya mereka pulih dengan cukup cepat. Dan kita bergerak ke dunia baru. Pada tahun 1947, India akhirnya memperoleh kemerdekaannya. Dan mereka dapat menaikkan bendera India dan menjadi negara berdaulat, tapi dengan kesulitan yang sangat besar di bawah sana.
Tahun 1949 kita melihat kemunculan dari Cina modern dengan cara yang mengejutkan dunia. Dan apa yang terjadi? Apa yang terjadi setelah kemerdekaannya? Anda dapat lihat bahwa kesehatan mulai membaik. Anak-anak mulai pergi ke sekolah. Pelayanan kesehatan tersedia. Ini adalah "Loncatan Jauh ke Depan" (Great Leap Forward), ketika Cina terperosok. Ini adalah perencanaan terpusat oleh Mao Zedong. Cina pulih kembali. Lalu mereka berkata, "Tidak akan pernah lagi ada perencanaan terpusat yang bodoh." Tapi mereka menanjak, dan India berusaha untuk menyusul. Dan mereka menyusul memang. Dan kedua negara memiliki tingkat kesehatan yang lebih baik, tapi tetap saja ekonomi yang sangat rendah.
Dan kita sampai di 1978, dan Mao Zedong meninggal, dan seorang baru muncul dari kiri. Dan adalah Deng Xiaoping yang muncul disini. Dan dia berkata, "Tidak menjadi masalah apakah seekor kucing itu hitam atau putih bulunya, selama dia menangkap tikus." Karena menangkap tikus adalah apa yang dua ekor kucing itu ingin lakukan. Dan anda dapat lihat kedua kucing disini, Cina dan India, ingin menangkap tikus-tikus disana, anda tahu. Dan mereka memutuskan untuk mengejar bukan saja di bidang kesehatan dan pendidikan, tapi juga mulai untuk menumbuhkan perekonomian mereka. Dan para pembaharu pasar berhasil disana. Pada tahun '92, India mengikuti dengan pembaharuan pasar. Dan mereka bergerak dengan cukup dekatnya, dan anda dapat lihat kesamaan antara India dan Cina, dalam berbagai hal, lebih banyak dibanding perbedaannya.
Dan disini mereka terus bergerak maju. Dan mampukah mereka menyusul?
Ini adalah pertanyaan besar hari ini. Di sanalah mereka berada sekarang.
Nah, sekarang apakah ini berarti -- (Tepuk tangan) rara-rata di sini -- ini adalah rata-rata dari Cina. Jika saya membagi Cina, lihatlah di sini, Shanghai sudah berhasil mengejar. Shanghai sudah ada di sana. Dan [Shanghai] lebih sehat dibandingkan Amerika Serikat. Namun di lain pihak, Guizhou, salah satu daerah termiskin di daratan Cina, berada di sana. Dan jika kita membagi Guizhou menjadi kota dan desa, bagian desa dari Guizhou berada di bawah sini. Anda dapat melihat sebegitu besarnya kesenjangan di Cina, bahkan di dalam pertumbuhan ekonomi yang pesat.
Dan jika saya juga lihat India, anda dapatkan tipe kesenjangan yang lain, sesungguhnya, di India. Secara geografis, makro-geografis, perbedaannya tidak terlalu banyak. Uttar Pradesh, negara bagian yang paling besar di sini, lebih miskin dan memiliki tingkat kesehatan yang lebih rendah dibandingkan bagian India yang lain. Kerala berada di atas sana, menyamai Amerika Serikat di kesehatan, tapi tidak dalam perekonomiannya. Dan disini, Maharashtra, dengan Mumbai, terus maju. Sekarang di India, kesenjangan besar yang terjadi adalah di dalam negara bagian, daripada antar negara bagian. Dan ini sendiri bukanlah sebuah hal yang buruk. Jika anda mempunyai banyak kesenjangan, perbedaan makrogeografis akan lebih susah ditangani dalam jangka panjang, jika dibandingkan dengan daerah yang sama, dimana ada pusat pertumbuhan yang lumayan dekat dengan tempat tinggal orang miskin.
Ada satu lagi kesenjangan. Lihat di sana, Amerika Serikat. (Tawa) Oh, mereka menjebol tabel saya. Washington, D.C. sampai keluar di sana. Teman-teman saya di Gapminder ingin saya menunjukkan ini karena ada pemimpin baru di Washington yang sangat prihatin dengan sistem kesehatan. Dan saya dapat mengerti, karena Washington, D.C. sangat kaya di sana tapi mereka tidak sesehat Kerala. Cukup menarik bukan? (Tepuk tangan) Saya dapat melihat sebuah peluang bisnis untuk Kerala, membantu pemperbaiki sistem kesehatan di Amerika Serikat.
Nah sekarang kita di sini punya seluruh dunia. Anda punya legenda di bawah sana. Dan ketika anda melihat dua kucing besar di sini, mendorong maju, anda akan dapat melihat bahwa di antara mereka dan di depan mereka, adalah seluruh ekonomi berkembang yang bermunculan di dunia, yang Thomas Friedman katakan dengan tepatnya "dunia datar." Anda dapat lihat bahwa di sektor kesehatan dan pendidikan sebagian besar dari penduduk dunia cukup berhasil mengejar, tapi di Afrika, dan di bagian lainnya, seperti di pedesaan Guizhou di Cina, masih ada banyak orang dengan tingkat kesehatan yang buruk dan perekonomian yang rendah. Kita mempunyai kesenjangan yang luar biasa besar di dunia. Tapi sebagian besar dunia berada di tengah dan mendorong maju dengan cepatnya.
Sekarang, kembali ke proyeksi saya. Kapankah [India dan Cina] akan menyusul? Saya harus kembali ke grafik yang tradisional. Saya akan menunjukkan pendapatan per kapita di sumbu ini, miskin di bawah sini, kaya di atas sana. Dan waktu di sini, dari tahun 1858 saya akan memulai dunia. Dan kita akan lihat apa yang akan terjadi dengan negara-negara ini. Anda dapat lihat, Cina di bawah dominasi asing sesungguhnya menurunkan pendapatan mereka dan menyamai level India di sini. Sebaliknya Kerajaan Inggris dan Amerika Serikat di sini bertambah kaya dan kaya. Dan setelah Perang Dunia II, Amerika Serikat menjadi lebih kaya dibanding Kerajaan Inggris. Tapi kemerdekaan datang disini. Pertumbuhan dimulai, reformasi ekonomi. Pertumbuhan makin cepat, dan dengan proyeksi dari IMF anda dapat melihat dimana perkiraannya pada tahun 2014.
Sekarang, pertanyaannya adalah, "Kapankah [India dan Cina] akan berhasil menyusul?" Lihat, lihatlah Amerika Serikat. Dapatkan anda lihat gelembungnya? Gelembung-gelembungnya (krisis), bukan bulatan-bulatan saya, tapi gelembung (krisis) finansial. Ini adalah gelembung (krisis) dot com. Ini adalah gerbang Lehman Brothers di sana. Anda dapat lihat ini jatuh di sana. Dan ini sepertinya batu lain jatuh di sana, anda tahu. Jadi sepertinya tidak akan bergerak seperti ini, negara-negara ini. Mereka sepertinya akan bergerak dengan pertumbuhan yang lebih rendah, anda tahu. Dan orang yang tertarik pada pertumbuhan akan melirik ke arah Asia.
Saya dapat bandingkan dengan Jepang. Ini Jepang naik. Anda lihat, Jepang bergerak seperti ini. Kita tambahkan Jepang ke sini. Dan tidak ada keraguan bahwa proses penyusulan yang cepat dapat terjadi. Dapatkah anda lihat apa yang Jepang lakukan? Jepang bergerak seperti ini, sampai berhasil menyusul, dan lalu mereka mengikuti pergerakan negara-negara maju. Tapi proyeksi yang nyata untuk mereka, Saya ingin berikan seperti ini. Bisa lebih baik, bisa lebih buruk. Selalu sulit untuk membuat prediksi, apalagi tentang masa depan. Tapi, seorang sejarawan memberitahukan saya bahwa lebih sulit untuk memprediksi tentang masa lampau.
Saya rasa saya dalam posisi yang sulit di sini. Kesenjangan di Cina dan India saya melihatnya sungguh sebagai halangan yang besar karena untuk membawa seluruh penduduk agar tumbuh dan sejahtera adalah apa yang akan menciptakan pasar dalam negeri, yang akan menghindari ketidak-stabilan sosial, dan yang akan mendayagunakan seluruh kapasitas dari masyarakat. Jadi, investasi sosial di sektor kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur, dan listrik, adalah apa yang dibutuhkan di India dan Cna.
Anda tahu tentang ikim. Kita punya ahli-ahli international yang hebat di dalam India yang memberitahu kita bahwa iklim sedang berubah, dan tidakan harus diambil, jika tidak, Cina dan India akan menjadi negara-negara yang paling terkena dampaknya dari perubahan iklim. Dan saya merasa bahwa India dan Cina adalah rekan terbaik di dunia untuk mencapai kebijakan mengenai iklim global yang baik. Tapi mereka tidak akan (dan tidak seharusnya) membayar untuk apa yang lain, yang mempunyai lebih banyak uang, telah ciptakan, dan saya menyetujui hal tersebut.
Tapi yang saya lebih cemaskan adalah perang. Akankah negara-negara yang dulunya kaya dapat menerima sebuah ekonomi dunia yang berubah secara total, dan sebuah pergeseran kekuasaan dari yang telah ada sejak 50 hingga 100 sampai 150 tahun terakhir, kembali ke Asia? Dan apakah Asia mampu menangani posisi baru sebagai pemimpin, menjadi yang terkuat, dan menjadi pihak yang mengatur dunia? Jadi, selalu hindari perang, karena perang selalu mendorong umat manusia kembali ke belakang. Nah, jika semua kesenjangan, iklim, dan perang dapat dihindari, bersiap-siaplah untuk sebuah dunia dengan kesetaraan. Karena inilah yang sepertinya sedang terjadi.
Dan visi itu yang saya dapatkan sebagai siswa ketika saya masih muda, 1972, bahwa orang India dapat menjadi lebih hebat dibanding orang Swedia, baru saja dimulai. Dan ini akan terjadi tepatnya di tahun 2048 di bagian akhir dari musim panas, bulan Juli, lebih tepatnya, 27 Juli. (Tepuk tangan) 27 Juli 2048 adalah ulang tahun saya yang ke 100. (Tawa) Dan saya berharap untuk berbicara di sesi pertama dari TED India yang ke 39. Pesan tiket anda dari sekarang. Terima kasih banyak.
You can share this video by copying this HTML to your clipboard and pasting into your blog or web page. This video will play with subtitles.
You either have JavaScript turned off or have an old version of the Adobe Flash Player. To view this rating widget you
need to get the latest Flash player.
If your browser allows only "trusted sites" to execute Javascript, you should add the "googleapis.com" domain to your whitelist to allow our Flash detection to work properly.
Got an idea, question, or debate inspired by this talk? Start a TED Conversation, or join one of these:
Hans Rosling adalah seorang siswa tamu yang masih muda di India ketika dirinya pertama kali menyadari bahwa Asia mempunyai segala kapasitas untuk merebut kembali posisinya sebagai kekuatan dominan ekonomi dunia. Di TEDIndia, beliau mempresentasikan pertumbuhan ekonomi global sejak 1858 dan memprediksi tanggal tepatnya dimana India dan Cina akan melampaui Amerika Serikat.
In Hans Rosling’s hands, data sings. Global trends in health and economics come to vivid life. And the big picture of global development—with some surprisingly good news—snaps into sharp focus. Full bio »
Translated into Indonesian by Wahyu Perdana Yudistiawan
Reviewed by Aditya Muharam
Comments? Please email the translators above.
19:50 Posted: Jun 2006
Views 5,351,847 | Comments 428
10:02 Posted: May 2009
Views 522,972 | Comments 116
Just follow the guidelines outlined under our Creative Commons license.
This comment will be attributed to . Not ? Sign Out.