Saya akan ceritakan sebuah perjalanan pada anda. Untuk memahami harapan saya, saya harus membawa anda ke suatu tempat dimana banyak orang belum pernah ke sana, tapi ada dimana-mana. Ketika saya berumur 24 tahun, Kate Store dan saya menggagas sebuah organisasi untuk melibatkan para arsitek dan perancang dalam aksi kemanusiaan. Tidak hanya menangani korban bencana alam, tapi juga terlibat dalam isu-isu sistemik. Kami meyakini, ketika sumberdaya dan keahlian sangat langka, rancangan yang inovatif tapi awet dapat berpengaruh pada kehidupan manusia.
Maka dimulailah -- Awalnya saya seorang arsitek, atau terlatih sebagai arsitek dan saya selalu tertarik pada rancangan yang peduli sosial, serta bagaimana anda bisa membuat perubahan yang berarti. Tapi di sekolah arsitek, Sepertinya Saya di-anak-tiri-kan. Banyak arsitek berpikiran sebuah rancangan harus diperlakukan bak mustika, yang berguna atau tidak tetap kita puja-puja. Sedangkan buat Saya, sebuah rancangan, kalau tidak berguna ya jadi sampah bagi komunitas yang menjadi tujuan rancangan tersebut. Jadi jangan sekedar membangun tempat tinggal buat penduduk atau buat orang-orang yang akan menggunakannya, tapi untuk keseluruhan komunitas secara utuh.
Pada tahun 1999, kami mulai manangani isu krisis perumahan bagi pengungsi-pengungsi yang kembali ke Kosovo waktu itu saya masih lugu, baru umur 20-an dan Saya termasuk generasi internet, kami mulai dengan sebuah situs Kami cantumkan kebutuhan kami, dan dalam dua bulan secara mengejutkan kami kebanjiran masukan dari seluruh dunia. Beberapa prototipenya diantaranya berhasil dibuat dan sangat bereksperimen dengan beberapa ide. Dua tahun kemudian kami memulai sebuah proyek untuk mengembangkan klinik keliling di pinggiran Sahara, Afrika. untuk mengatasi pandemik HIV/AIDS. Yang menghasilkan 550 ide dari 53 negara Perancang dari seluruh dunia ikut ambil bagian yang melahirkan berbagai produk. 2004 menjadi titik balik bagi kami Kami mulai menangani berbagai bencana alam dan aktif di Iran dan Bam sambil terus menindaklanjuti proyek di Afrika
Secara lokal, di Amerika Serikat sendiri, biasanya citra kemiskinan selalu identik dengan negara lain tapi melihat langsung -- Saya tinggal di Bozeman, Montana -- pergilah ke dataran utara dari kamp penampungan atau ke selatan di Alabama atau Mississipi Ini semua sebelum Katrina terjadi, tapi sudah banyak tempat yang jauh lebih parah kondisinya dibanding negara-negara berkembang Jadi kami terjun dan aktif bekerja secara domestik
Selanjutnya saya akan perlihatkan proyek -proyek lain Tahun 2005 kita diberi pelajaran keras oleh alam Saya rasa semua setuju tahun 2005 adalah tahun paling menakutkan kalau berbicara tentang bencana alam. Tapi lewat internet, dan komunikasi antar blog dan lain-lain, hanya selang beberapa jam sejak terjadinya tsunami, kami berhasil menggalang dana dan bantuan di lokasi Dua hari pertama kita beroperasi hanya dengan dua buah laptop Ada sekitar 4000 email permintaan bantuan yang masuk Jadi kami mulai melibatkan diri dengan berbagai proyek dan saya akan sampaikan lebih banyak nanti. Akhirnya tentu saja, tahun ini kita harus menghadapi Katrina, sambil menindaklanjuti usaha rekonstruksi yang telah dimulai
Ini hanya gambaran umum Di tahun 2004, saya kewalahan jumlah orang yang meminta bantuan atau jumlah permintaan yang langsung ke saya semuanya membanjiri laptop dan telpon genggam saya Jadi kami berpaling pada solusi open -- intinya sebuah model bisnis berbasis open source yang memungkinkan siapa saja, dimana saja, bisa mendirikan cabang untuk menanggulangi masalah secara lokal Karena saya meyakini tidak ada yang sempurna Semua masalah adalah lokal. Semua solusi adalah lokal. Jadi, maksud saya, seseorang yang tinggal di Mississippi, tentu lebih paham tentang Mississipi dibanding saya. Jadi mulailah, kami menggunakan MeetUp dan layanan internet sejenis lainnya, dan dalam waktu singkat berdiri 40 cabang, ribuan arsitek di 104 negara. Jadi, intinya -- maaf, saya tidak biasa tampil resmi, jadi memang soal waktu sebelum saya tanggalkan ini. Ok, saya akan coba menyampaikan ini dengan cepat
Jadi selama tujuh tahun terakhir, ini bukan cuma soal bakti sosial ini menunjukkan ada gerakan arus bawah yang tak terbendung dari para perancang yang peduli sosial yang sungguh-sungguh percaya dunia ini milik bersama dan bahwa kami punya kesempatan -- BUKAN tanggung jawab, tapi kesempatan -- untuk benar-benar membuat perubahan yang berarti
Saya akan minta waktu lebih gara-gara ini. Jadi yang terjadi dibelakang layar adalah ada ribuan perancang bekerja di seluruh dunia yang berkomunikasi lewat situs yang cuma digawangi 3 orang. Dengan bertindak, meski banyak yang bilang ini tidak mungkin, tapi kami berhasil. Jadi jangan main-main dengan keluguan. Tujuh tahun setelah itu kami berkembang dan mulai menyediakan konsultasi penyuluhan dan implementasi. Kami berbagi tentang rancangan yang baik, tidak hanya lewat lokakarya, kuliah atau forum-forum publik, kami juga menerbitkan buku ttg kegiatan kemanusiaan, dan juga ttg penanganan bencana dan menyikapi kebijakan publik Kita bisa membicarakan FEMA, tapi itu diluar topik Penyuluhan, mengembangkan ide bagi komunitas dan membantu LSM-LSM menggelar kompetisi perancangan Saling rujuk, memadukan berbagai komunitas dan kemudian implementasi -- turun tangan langsung ke lokasi, karena dalam berkarya, tidak ada yang nyata sampai bangunannya jadi Jadi sangat penting dipahami ketika kita merancang dan berniat mengubah, kita bangun perubahan secara nyata
Jadi berikut ini beberapa contoh proyek Kosovo. Ini Kosovo di tahun 99. Kami menggelar kompetisi perancangan, Seperti yang saya bilang tadi, muncul banyak sekali ide dan ini bukan ttg permukiman darurat, tapi permukiman transisi yang bisa bertahan buat 5 hingga 10 tahun yang dibangun disebelah lahan tempat tinggal penduduk sementara mereka bangun kembali rumah mareka Ini bukan memaksakan suatu arsitektur pada komunitas, tapi upaya memberikan mereka sarana, dan ruang sehingga mereka bisa menata kembali hidup mereka sesuai dengan keinginan mereka. Karya kami, ada yang keren ada yang konyol, tapi semuanya berfungsi. Ini gubuk rami yang mampu dikempiskan. Sudah dibangun dan berfungsi. Ini kontainer pengiriman. Dibuat dan berhasil. Dan masih banyak lagi macam-macam ide yang tidak melulu tentang sisi arsitekturnya tapi juga tentang pengendaliannya dan bagaimana membangun komunitas lewat jaringan yang rumit
Jadi yang terlibat tidak hanya perancang, tapi juga, para profesional dari berbagai bidang teknik Membangun rumah dari reruntuhan rumah Memakai konstruksi sapu lidi, membangun dinding penyekat panas Kemudian sesuatu yang menakjubkan terjadi di tahun 99
Kami menuju Afrika, tadinya untuk meninjau perumahannya Dalam tiga hari kami menyadari problemnya bukan di perumahan tapi meluasnya epidemi HIV/AIDS Dan kami tahu bukan dari para dokter; justru penduduknya yang menuturkan hal ini Jadi muncul ide cemerlang bahwa daripada orang yang harus berjalan 10, 15 kilometer ke tempat dokter, kita bawa dokternya ke yang membutuhkan Jadi kita mulai melobi komunitas medis yang ada. Tadinya kami pikir, kami ini benar-benar pintar, jenius -- kami menemukan ide hebat, klinik keliling yang bisa -- dikirim ke seluruh penjuru pinggiran Sahara Afrika. tapi komunitas media yang ada bilang, "Kami sudah diskusikan ini selama bertahun-tahun. Kami sudah tahu itu Kami cuma tidak tahu bagaimana mengungkapkannya." Jadi akhirnya, kami merealisasikan kebutuhan yang sudah lama ada dan sama seperti sebelumnya, mengalir begitu banyak ide
Ini favorit saya karena idenya adalah arsitektur itu tidak melulu soal solusi, tapi juga soal pencerahan. Ini adalah klinik kenaf (sejenis ilalang). Anda tanam pada lahan yg terencana dan suatu saat -- ini tumbuh setinggi 14 kaki dalam sebulan. dan pada minggu ke-4, dokter datang, memangkas bagian atasnya, kemudian memasang atap dari bahan elastis dan kalau sudah selesai mengobati pasien dan penduduk yang ada, klinik itu tinggal dituai untuk dimakan. Jadi Klinik yang bisa dimakan.
Jadi ini juga cocok dengan fakta bahwa para pasien AIDS memang butuh makanan bergizi, dan teorinya nutrisi memang sama pentingnya dengan pengobatan. Jadi ini tidak main-main Saya suka yang ini. Ini bukan sekedar klinik -- tapi jadi balai desa juga. Ini waktu membangun jalur perdagangan dan sentra ekonomi dalam komunitas, supaya proyeknya bisa berkesinambungan.
Setiap proyek ini jadi dapat berkelanjutan. Dan ini tidak berarti saya ini pecinta alam Tapi karena ketika anda hanya punya 4 dollar per hari, anda harus bertahan hidup dan anda harus berkelanjutan. Anda harus tahu benar bagaimana mengadakan energi Anda harus tahu bagaimana menghasilkan sumberdaya Dan anda harus meminimkan perawatan Jadi ini tentang membangun sentra ekonomi yang kalau malam berubah menjadi layar tancap. Karenanya ini tidak sekedar klinik AIDS tapi balai desa. Jadi kita menyaksikan bagaimana ide dikembangkan jadi prototipe, yang akhirnya jadi sebuah bangunan. Dan saat ini, sejak tahun ini, klinik keliling dikirim kemana-mana di Nigeria dan Kenya.
Selain itu kami juga mengembangkan Siyathemba, proyek yg bermula dari -- penduduk datang pada kami dan menuturkan, yang jadi masalah adalah para wanita disini tidak berpendidikan. Dan di daerah kami beroperasi wanita dengan kisaran umur 16 sampai 24 tahun separuhnya mengidap HIV/AIDS dan ini bukan karena pergaulan bebas tapi karena ketidaktahuan. Jadi kami berpaling pada olah raga dan mencoba membangun gelanggang remaja yang berfungsi juga jadi pusat penyuluhan HIV/AIDS dimana pelatih olah raga anak-anak gadis ini adalah juga para dokter jadi secara perlahan-lahan kemandirian dalam kesehatan tumbuh. Kami memilih 9 rancangan sebagai finalis. dan kesembilan rancangan itu disebar ke semua daerah supaya komunitas itu sendiri yang memilih rancangan Mereka yang putuskan, ini rancangan yang kita pakai, karena ini bukan sekedar melayani komunitas tapi juga menggerakkan komunitas dan menjadikan mereka bagian dari proses pembangunan ulang ini.
Inilah rancangan yang terpilih, tentu saja selain dengan komunitas yang ada kami kerja sama dengan berbagai mitra. Ini perancangnya. Dia terjun langsung. bahu membahu dgn tim sepakbola wanita pertama di Kwa-Xulu Natal, Siyathemba, yang bisa bercerita lebih banyak
Video: Nama saya Sisi, karena juga bekerja di African Centrer. Saya selain konsultan juga merangkap pemain bola nasional. untuk Afrika Selatan, Bafana Bafana, dan main juga di liga Vodacom untuk tim Tembina, yang namanya berubah jadi Siyathemba sekarang. Inilah kampung halaman kami.
Cameron Sinclair : Saya akan tunjukkan itu nanti karena waktu saya hampir habis. Saya bisa lihat Chris memandang saya penuh arti.
Ini bentuk komunikasinya, hanya sebuah rapat dengan orang yang mau ikut membangun pusat telemedis pertama di Tanzania, Afrika. Dan kami baru bertemu dua bulan yang lalu. Kami sudah punya sebuah rancangan, dan tim kami sudah di lokasi, berkolaborasi. Ini sebuah perpaduan yg baik, atas jasa dua orang member TED [kurang jelas] Cheryl Heller dan Andrew Zolli yang memperkenalkan saya dengan wanita afrika yang luar biasa ini Kami memulai konstruksi pada bulan Juni, yang akan dipamerkan di TEDGlobal Jadi kalau anda hadir di TEDGlobal, anda bisa melihatnya
Tapi kami mungkin lebih dikenal dalam penanganan bencana dan pembangunan karena kami sudah banyak terlibat di berbagai peristiwa. misalnya tsunami dan badai Katrina Ini penampungan seharga 370 USD yang dengan mudah bisa dirakit Ini hasil rancangan komunitas Sebuah pusat komunitas, hasil rancangan komunitas itu sendiri. Yang maksudnya adalah kami benar-benar bekerja sama dengan komunitas itu dan mereka jadi bagian dari proses perancangan. Anak-anak itu benar-benar terlibat dalam menentukan dimana pusat komunitas itu harus dibangun, dan pada akhirnya setelah diberi pelatihan, komunitas itu benar-benar ikut membangun bersama kami.
Ini salah satu sekolah yang ada Ini yang diberikan UN ke mereka untuk dipakai 6 bulan - 12 tenda plastic Itu di bulan Agustus. Ini versi barunya, yang buat dipakai selama 2 tahun. kalau sedang hujan berisik sekali, waktu musim panas suhunya mencapai 60 derajat Celsius. Jadi kita pikir, air hujan kita tampung saja untuk air bersih. Sekarang tiap sekolah punya penampung air hujan, biayanya sangat murah. Tiga kelas dan satu penampung air hujan hanya berkisar 5000 USD. Ini didirikan para pedagang coklat di Atlanta yang dibangun oleh para orang tua. sementara anak-anaknya ikut membangun langsung di lokasi. dan dua minggu yang lalu mulai beroperasi, sekarang sekolah ini digunakan oleh kurang lebih 600 anak.
Kemudian... bencana di kampung halaman sendiri CNN dan Fox memberitakan sisi buruknya tapi dibelakang layar ada sisi baiknya Ini adalah komunitas yang berkumpul dan menolak untuk berpangku tangan Mereka menjalin kemitraan, yg anggotanya dr beragam bidang untuk mengkoordinir daerah Biloxi Timur sehingga terdata siapa-siapa saja peduli. Sekitar 1500 relawan membangun ulang, merehabilitasi rumah-rumah. Menyadari apa makna peraturan yg diberlakukan FEMA, menolak didikte tentang bagaimana mereka harus membangun ulang. Membujuk penduduk untuk keluar dari puing-puing rumah mereka, agar tidak terjangkit penyakit. Ini upaya mereka membersihkan sendiri. Perancangan rumah. Rumah ini akan dibangun dalam dua minggu. Ini rumah yang dibangun ulang, jadi dalam 4 hari. Ini kamar kecil buat seorang wanita yang berjalan dengan alat bantu. Umurnya 70 tahun. Ini yang diberikan FEMA untuknya. 600 USD, dua hari yang lalu. Kami bangun dengan cepat sebuah kamar kecil. Sudah jadi, berfungsi dan dia baru saja memulai sebuah bisnis, mencucikan pakaian orang lain.
Ini Shandra dan Calhouns. Mereka fotografer. yang sudah mengabadikan Lower Ninth selama 40 tahun. Ini rumah mereka, dan ini hasil karya mereka. Dan kami turun membantu, gotong royong membangun gedung baru. Proyek-proyek yang kami kerjakan, Yang kami ikuti, dukung. Mengapa badan kemanusiaan tidak melakukan ini ? Ini tendanya PBB. Ini tenda baru PBB, baru diperkenalkan tahun ini. Gampang di rakit, satu-satunya perbaikan sekarang ada jendelanya Butuh 20 tahun cuma buat merancang itu dan menerapkannya. Saya baru umur 12 tahun. Ada yang salah disini.
Untungnya, kami tidak sendirian Ada banyak sekali, beratus-ratus, beribu-ribu arsitek dan perancang dan penemu. diseluruh dunia yang terjun dalam kegiatan kemanusiaan Gubuk rami yang lain -- tampaknya jadi trend di Jepang. Entah kenapa bisa begitu. Ini klip cengkram yang dirancang seseorang yang bilang, yang diperlukan hanya suatu cara mengikat struktur elastis ke tiang penyangga yang kokoh. Orang ini, perancang di NASA -- sekarang malah membangun rumah Saya akan coba perlihatkan dengan cepat, karena saya tahu waktu saya tinggal dua menit.
Jadi inilah hasil kami selama dua tahun Saya perlihatkan apa yang biasanya butuh 20 tahun. Dan ini hanya beberapa contoh yang kebetulan ada -- jadi dalam dua tahun. Dari Brasil sampai India Meksiko Alabama Cina Israel Palestina Vietnam Umur rata-rata perancang yang terlibat dalam proyek ini adalah 32 -- seumur saya. Jadi masih muda -- Saya sudahi saja disini karena Arup (pembicara selanjutnya) sudah hadir dan ini toilet terbaik di seluruh dunia Kalau anda jalan-jalan ke India, gunakanlah toiletnya.
Chris Luebkeman akan menceritakannya. Biasanya tempat pestanya seperti itu, tapi -- tapi masa depan tidak akan melulu tentang pencakar langit kota New York, tapi akan tentang ini. Dan melihat ini umumnya orang melihat krisis. Saya melihat banyak, banyak sekali penemu. Satu milyar orang hidup dalam kemiskinan Kita dengar tentang mereka setiap hari Empat milyar orang hidup pas-pasan Satu dari tiap tujuh orang menggelandang Jika kita abaikan krisis perumahan yang pasti datang, dalam 20 tahun, satu dari tiap tiga orang akan jadi tunawisma Atau jadi pengungsi. Lihat ke kanan dan ke kiri salah satu dr anda akan spt itu. Bagaimana caranya memperbaiki taraf hidup 5 milyar orang ? Dengan 10 milyar solusi
Jadi saya berharap akan adanya komunitas yang aktif menggunakan rancangan yang inovatif dan tahan lama untuk memperbaiki kondisi hidup semua orang.
Chris Anderson : Sebentar. Sebentar. Itu harapan anda ?
CA: Itulah harapan (TED Prize) nya !
Kami memulai arsitektur kemanusiaan dengan 700 USD dan sebuah situs. Chris tahu-tahu menghadiahkan saya 100.000 USD. Jadi kenapa hanya dia? Arsitektus berbasis open-source adalah masa depan. Ada beragam komunitas yang berpartisipasi - dan ini bukan cuma tentang penemu dan perancang, tapi juga tentang model pendanaan. Saya tidak berperan sebagai perancang; Saya hanya penghubung dunia perancangan dan dunia kemanusiaan dan yg dibutuhkan adalah orang-orang dengan tugas serupa secara global, karena saya tidak tidur selama tujuh tahun.
Yang kedua, bagaimana bentuk konkritnya ? Perancang mau ikut membantu dalam krisis kemanusiaan, tapi mereka tidak mau hasil rancangan mereka diambil dan dijual oleh perusahaan komersial. Creative Commons sudah menciptakan lisensi buat negara berkembang. Artinya adalah perancang sekarang -- Proyek Siyathemba yang saya perlihatkan adalah bangunan pertama dalam sejarah yang berlisensi Creative Commons Begitu jadi, siapa saja di Afrika atau di negara berkembang yang lain bisa meminta dokumentasi konstruksinya dan mengunakannya secara gratis.
Jadi kenapa tidak membiarkan para perancang melakukan hal ini, tanpa mengorbankan hak cipta mereka? Kami ingin ada komunitas yang bisa mengunggah ide-ide, yang memungkinkan ide-ide itu diuji ketika terjadi gampa, banjir dan kondisi-kondisi ekstrim lainnya. Alasan kenapa ini penting adalah Saya tidak mau menunggu Katrina berikutnya untuk mengetahui rancangannya berfungi apa tidak. Itu terlambat. Kita perlu tahu SEKARANG. Dengan melakukan ini secara global. Dan saya mau ini jalan lintas bahasa. Umumnya bayangan orang ttg wajah seorang arsitek adalah orang kulit putih yang beruban. Saya tidak setuju. Buat saya, wajahnya wajah dunia. Jadi saya mau semua orang di seluruh pelosok dunia, bisa jadi bagian dari rencana dan gerakan ini. dengan berbagai kompetisi berbasis kebutuhan -- X-Prize buat 98 persen sisanya kalau mau dibilang begitu.
Kami juga ingin menggalakkan perpaduan dan menggalang mitra pendanaan juga mengikutsertakan produsen -- lab fabrikasi di tiap negara Waktu saya dengar tentang laptop seharga 100 USD yang akan mengedukasi tiap anak, kenapa tidak edukasikan semua perancang di dunia. Satu lapton di tiap favela tiap daerah kumuh, karena tahu tidak, innovasi akan merebak. Saya perlu tahu ketika itu terjadi. Namanya leap-back. Asalnya dari istilah teknologi leapfrog. Saya menulis di Worldchanging, dan yang kami bahas disana adalah, bagaimana saya belajar lebih banyak di lokasi daripada di sini. Jadi kumpulkan semua ide itu, sesuaikan dan gunakan. Ide-ide ini memang dibuat untuk di sesuaikan, diizinkan untuk disesuaikan -- ide-ide ini memang berpotensi untuk berevolusi dan harus datang dari setiap negara di dunia ini sehingga berguna buat setiap negara di dunia. Bagaimana mewujudkannya?
Sebetulnya ada daftarnya tapi tidak ada waktu untuk membacanya lagi, karena saya bakal diseret keluar (bicara terlalu lama).
CA: Mari kita baca dulu daftarnya
CS: Bagaimana mewujudkannya ? Anda pintar sekali. Dengan menyediakan daya pemroses data yang besar, karena saya ingin -- Saya ingin laptop siapa saja dimana saja didunia bisa terhubunga ke sistem ini dan bisa tidak hanya berpartisipasi dalam merancang tapi menggunakan rancangan yang ada. Juga, bisa meninjau rancangan yang ada Saya mau semua insinyur Arup di dunia untuk memeriksa memastikan yang kita bangun bisa berdiri, karena mereka adalah yang terbaik di dunia.
Jadi itulah semua keinginan saya -- dan sebagai catatan Saya punya dua laptop, salah satunya ada di sini ada 3000 rancangan yang tersimpan didalamnya. Apa yang terjadi kalau laptopnya rusak ? Jadi luar biasa penting untuk menyimpan semua rancangan itu dengan baik gampang digunakan, gampang diakses. Ibu saya suka bilang, tong kosong nyaring bunyinya
Saya muak dengan pembahasan ttg perubahan. Perubahan terjadi hanya dengan tindakan. Kami telah mengubah panduan FEMA. Kami mengubah kebijakan publik. Kami mengubah badan internasional -- dengan mendirikan bangunan. Jadi buat saya, sangat penting untuk menciptakan penghubung bagi inovasi, suatu gerakan Free Innovation. Ibarat gerakan Free Culture -- Ini Free Innovation. Ada yang bilang begini dua tahun yang lalu. Saya akan beri hadiah kepada siapa yang tahu, Sayangnya dia 25 tahun kepagian, jadi mari mulai kita lakukan.
You can share this video by copying this HTML to your clipboard and pasting into your blog or web page. This video will play with subtitles.
You either have JavaScript turned off or have an old version of the Adobe Flash Player. To view this rating widget you
need to get the latest Flash player.
If your browser allows only "trusted sites" to execute Javascript, you should add the "googleapis.com" domain to your whitelist to allow our Flash detection to work properly.
Got an idea, question, or debate inspired by this talk? Start a TED Conversation.
Ketika menerima TED Prize 2006, Cameron Sinclair menunjukkan betapa besar perhatian para perancang dan arsitek dalam menjawab krisis perumahan dunia. Sebagai harapan TED Prize-nya ia mengharapkan adanya suatu jaringan yang bertujuan meningkatkan standar hidup global melalui rancangan kolaboratif.
2006 TED Prize winner Cameron Sinclair is co-founder of Architecture for Humanity, a nonprofit that seeks architecture solutions to global crises -- and acts as a conduit between the design community and the world's humanitarian needs. Full bio ยป
Translated into Indonesian by Judge Pau
Reviewed by Sanni Manta
Comments? Please email the translators above.
15:06 Posted: Aug 2006
Views 437,007 | Comments 71
17:34 Posted: Apr 2007
Views 538,450 | Comments 94
14:03 Posted: Jan 2007
Views 295,283 | Comments 59
Just follow the guidelines outlined under our Creative Commons license.
This comment will be attributed to . Not ? Sign Out.