Return to the talk Return to talk

Transcript

Select language

Translated by Cecilia Liando
Reviewed by Ria Cahyani

0:11 Ada sesuatu yang Anda ketahui tentang saya, sesuatu yang sangat pribadi, dan ada sesuatu yang saya ketahui tentang setiap orang yang sangat penting bagi Anda sekalian. Ada sesuatu yang kita ketahui tentang setiap orang yang kita temui di belahan dunia manapun, di jalanan, yang merupakan pendorong utama apa pun yang mereka lakukan dan apa pun yang mereka terima dengan sabar, dan sesuatu itu adalah kita semua ingin bahagia. Dalam hal ini, kita semua sama. Bagaimana kita membayangkan kebahagiaan, berbeda-beda untuk setiap orang, tetapi sudah cukup baik karena kita semua mempunyai satu kesamaan, yaitu kita ingin bahagia.

1:08 Nah, topik saya adalah tentang rasa syukur. Bagaimanakah hubungan antara kebahagiaan dan rasa syukur? Banyak orang akan berkata, wah, itu sangat gampang. Ketika Anda bahagia, Anda bersyukur. Tetapi, coba pikir kembali. Apakah benar orang yang bahagia adalah orang yang bersyukur? Kita semua mengenal cukup banyak orang yang memiliki segala sesuatu yang dibutuhkan untuk bahagia, namun mereka tidak bahagia, karena mereka menginginkan sesuatu yang lain atau mereka menginginkan lebih banyak lagi dari yang sudah mereka miliki. Dan kita semua mengenal orang-orang yang ditimpa banyak kemalangan, kemalangan yang kita sendiri tidak akan ingin alami, dan mereka sangat bahagia. Mereka memancarkan kebahagiaan. Anda terkejut. Mengapa? Karena mereka bersyukur. Jadi, bukan kebahagiaan yang membuat kita bersyukur. Bersyukurlah yang membuat kita bahagia. Jika Anda pikir kebahagiaanlah yang membuat Anda bersyukur, pikirkan kembali. Rasa syukurlah yang membuat Anda bahagia.

2:25 Nah, kita bisa bertanya, apakah yang sebenarnya kita maksud dengan rasa syukur? Dan bagaimana cara kerjanya? Saya ingin Anda mengingat pengalaman Anda sendiri. Kita semua tahu seperti apa rasanya. Kita mengalami sesuatu yang sangat bernilai bagi kita. Sesuatu yang diberikan kepada kita, dan sangat bernilai bagi kita. Dan sesuatu ini benar-benar diberikan kepada kita. Kedua syarat ini harus sama-sama ada. Harus berupa sesuatu yang bernilai, dan berupa hadiah yang nyata. Anda tidak membelinya. Anda tidak berjuang untuk mendapatkannya. Anda tidak menukarnya. Anda tidak bekerja untuk mendapatkannya. Tapi diberikan begitu saja pada Anda. Dan ketika dua syarat ini dipenuhi, sesuatu yang sangat bernilai untuk saya dan saya menyadari bahwa ini diberikan secara cuma-cuma, maka rasa syukur secara spontan muncul di hati saya, rasa bahagia secara spontan timbul di hati saya. Seperti Itulah rasa syukur terbentuk.

3:30 Nah, kunci dari semua ini adalah kita tidak bisa hanya mengalami hal ini sesekali. Kita tidak bisa hanya mendapat pengalaman bersyukur. Kita bisa menjadi orang yang hidup dengan penuh rasa syukur. Menjalani hidup dengan penuh rasa syukur, itulah kuncinya. Dan bagaimana kita dapat menjalani hidup yang penuh rasa syukur? Dengan mengalami, dengan menyadari bahwa setiap detik adalah hadiah bagi kita. Waktu adalah hadiah. Anda tidak perlu berjuang untuk mendapatkannya. Anda tidak menghasilkannya dengan cara apapun. Anda tidak memiliki cara untuk memastikan bahwa akan ada waktu lain yang akan diberikan untuk Anda. Meskipun begitu, waktu adalah hal paling bernilai yang dapat diberikan kepada kita. Saat ini, dengan segala kesempatan di dalamnya. Jika kita tidak mempunyai saat ini, kita tidak akan punya kesempatan untuk melakukan atau mengalami apapun, dan saat ini merupakan hadiah. Momen ini merupakan hadiah.

4:42 Nah, kita mengatakan bahwa hadiah di dalam hadiah ini sebenarnya adalah kesempatan. Yang Anda syukuri sebenarnya adalah kesempatannya, bukan atas waktu yang diberikan kepada Anda, karena jika waktu ada di tempat lain dan Anda tidak punya kesempatan untuk menikmatinya, untuk melakukan sesuatu dengannya, Anda tidak akan bersyukur akan hal itu. Kesempatan adalah hadiah di dalam setiap hadiah, dan kita punya pepatah, kesempatan hanya datang sekali. Coba pikir kembali. Setiap detik adalah hadiah yang baru, berulang lagi dan lagi, dan jika Anda melewatkan kesempatan di detik ini, detik lain akan diberikan kepada kita, dan detik lainnya. Kita dapat memanfaatkan kesempatan ini, atau kita dapat melewatkannya, dan jika kita memanfaatkan kesempatan ini, itulah kunci menuju kebahagiaan. Genggamlah kunci utama kebahagiaan kita di tangan kita. Detik demi detik, kita dapat bersyukur atas hadiah ini.

5:52 Apakah ini berarti bahwa kita dapat bersyukur untuk semua hal? Tentu tidak. Kita tidak bersyukur untuk kekerasan, untuk perang, untuk penindasan, untuk eksploitasi. Pada level pribadi, kita tidak bersyukur jika kehilangan seorang teman, untuk ketidaksetiaan, untuk kematian. Tapi saya tidak bilang bahwa kita dapat bersyukur untuk semua hal. Saya bilang kita dapat bersyukur atas setiap waktu yang diberikan kepada kita untuk kesempatan, dan bahkan ketika kita dihadapkan pada sesuatu yang sangat sulit, kita dapat menggunakan peluang ini dan merespons kesempatan yang telah diberikan kepada kita. Ini tidaklah seburuk yang mungkin terlihat. Sebenarnya, ketika Anda melihatnya dan mengalaminya, Anda akan menemukan bahwa seringkali apa yang diberikan kepada kita adalah kesempatan untuk menikmati, dan kita melewatkan kesempatan itu hanya karena kita terburu-buru menjalani hidup dan kita tidak berhenti untuk melihat kesempatan itu.

7:00 Tapi sesekali, sesuatu yang sangat menyulitkan menimpa kita, dan ketika hal yang sangat sulit ini terjadi, itu merupakan tantangan bagi kita untuk mempergunakan peluang itu, dan kita dapat mengambil peluang itu dengan belajar tentang sesuatu yang kadang-kadang menyakitkan. Belajar bersabar, contohnya. Kita telah diberitahu bahwa jalan menuju kedamaian bukanlah lari cepat, tetapi lebih seperti sebuah maraton. Perlu kesabaran. Lebih sulit. Mungkin untuk membela pendapat Anda, untuk mempertahankan keyakinan Anda. Itu merupakan sebuah kesempatan yang diberikan kepada kita. Untuk belajar, untuk menderita, untuk mempertahankan sesuatu, segala kesempatan ini diberikan kepada kita, tetapi semua itu adalah kesempatan, dan mereka yang memanfaatkan kesempatan itu adalah orang-orang yang kita kagumi. Mereka menciptakan sesuatu yang berharga dalam hidup. Dan mereka yang gagal, mendapat kesempatan lain. Kita selalu mendapat kesempatan lain. Itulah kekayaan yang luar biasa dari hidup.

8:09 Jadi, bagaimana caranya agar kita menemukan metode untuk memanfaatkan semua ini? Bagaimana caranya agar setiap dari kita dapat menemukan sebuah metode untuk hidup dengan penuh syukur, tidak hanya sesekali bersyukur, tetapi bersyukur setiap saat. Bagaimana caranya? Metodenya sangat sederhana. Metodenya sangat sederhana, sebenarnya metode ini telah diajarkan pada kita waktu kita masih kanak-kanak saat kita belajar menyeberang jalan. Berhenti. Lihat. Maju. Itu saja. Tetapi seberapa sering kita berhenti? Kita terburu-buru melalui kehidupan. Kita tidak berhenti. Kita kehilangan kesempatan karena kita tidak berhenti. Kita harus berhenti. Kita harus tenang. Dan kita harus memasang tanda berhenti dalam hidup kita.

9:02 Ketika saya di Afrika beberapa tahun yang lalu dan kemudian kembali, Saya menyadari keberadaan air. Di Afrika, saya tidak punya air yang dapat diminum. Setiap kali saya memutar keran, saya terharu. Setiap kali saya menyalakan lampu, Saya sangat bersyukur. Hal ini membuat saya sangat bahagia. Tetapi setelah beberapa lama, semua itu memudar. Jadi, saya tempel stiker kecil di saklar lampu dan di keran air, dan setiap kali saya putar, air. Jadi, tergantung pada imajinasi Anda sendiri. Anda dapat menemukan cara yang paling baik untuk Anda, tetapi Anda perlu tanda berhenti dalam hidup Anda. Dan ketika Anda berhenti, lalu yang berikutnya adalah melihat. Anda melihat. Anda membuka mata Anda. Anda buka telinga Anda. Anda gunakan hidung Anda. Anda gunakan semua indra Anda untuk kekayaan luar bisa yang telah diberikan kepada kita. Tidak ada akhirnya, dan itulah artinya hidup, untuk menikmati, menikmati apa yang telah diberikan kepada kita.

10:05 Dan kita juga dapat membuka hati kita, hati kita untuk kesempatan, juga untuk kesempatan menolong orang lain, untuk membuat orang lain bahagia, karena tidak ada yang membuat kita lebih bahagia daripada ketika kita semua bahagia. Dan ketika kita membuka hati kita untuk kesempatan, kesempatan mengundang kita untuk melakukan sesuatu, dan itulah yang ketiga. Berhenti, lihat, dan maju, dan benar-benar melakukan sesuatu. Dan yang dapat kita lakukan adalah apapun yang diberikan hidup kepada kita pada saat ini. Biasanya adalah kesempatan untuk menikmati, tetapi kadang berupa sesuatu yang lebih sulit.

10:50 Tapi apapun itu, jika kita ambil kesempatan ini, kita gunakan, kita kreatif, mereka merupakan orang-orang yang kreatif, dan kata-kata 'berhenti, lihat, maju' itu merupakan benih yang kuat yang dapat mengubah dunia kita dengan cepat. Karena kita membutuhkannya, kita ada di waktu saat ini di tengah-tengah perubahan kesadaran, dan Anda akan terkejut jika Anda -- saya selalu terkejut ketika saya mendengar tentang seberapa sering kata-kata "rasa syukur" dan "rasa terima kasih" muncul. Di manapun Anda menemukannya, perusahaan penerbangan yang bersyukur, restoran yang bersyukur, kafe yang bersyukur, anggur yang dipenuhi rasa syukur. Ya, bahkan saya pernah menemukan tisu toilet yang mereknya adalah Terima Kasih (Thank You). (Tertawa) Ada sebuah gelombang rasa syukur karena orang-orang mulai menyadari betapa pentingnya hal ini dan bagaimana rasa syukur dapat mengubah dunia kita. Rasa syukur dapat mengubah dunia kita dengan cara yang sangat penting, karena jika Anda bersyukur, Anda tidak takut, dan jika Anda tidak takut, Anda tidak melakukan kekerasan. Jika Anda bersyukur, Anda melakukan sesuatu atas dasar rasa cukup dan bukan rasa kurang, dan Anda rela berbagi. Jika Anda bersyukur, Anda menikmati perbedaan antara orang-orang, dan Anda menghormati semua orang, dan ini mengubah piramida kekuasaan di mana kita hidup.

12:22 Dan rasa syukur tidak membuat kita semua sama, tetapi mewujudkan perasaan hormat yang sama dan itulah yang penting. Masa depan dunia akan berupa sebuah jaringan, bukan piramida, bukan juga piramida terbalik. Revolusi yang saya bicarakan adalah revolusi tanpa kekerasan, dan revolusi ini sangat revolusioner sehingga ia bahkan akan mengubah konsep mendasar sebuah revolusi, karena revolusi yang biasa adalah revolusi di mana piramida kekuasaan terbalik dan mereka yang ada di bawah sekarang ada di atas dan melakukan hal yang persis sama dengan yang dilakukan kelompok sebelumnya. Yang kita perlukan adalah jaringan kelompok-kelompok yang lebih kecil, kelompok yang lebih kecil, yang saling kenal satu sama lain, yang berinteraksi satu sama lain, dan itu adalah dunia yang bersyukur.

13:13 Dunia yang bersyukur adalah dunia yang penuh dengan orang-orang yang bahagia. Orang yang bersyukur adalah orang yang bahagia, dan orang yang bahagia, lebih banyak orang-orang yang bahagia, lebih dan lebih bahagia dunia kita. Kami punya jaringan untuk hidup bersyukur, dan jaringan ini telah berkembang dengan cepat. Kami tidak mengerti mengapa perkembangannya sangat cepat. Kita membuka kesempatan bagi orang-orang untuk menyalakan lilin ketika mereka bersyukur akan sesuatu. Dan sudah 15 juta lilin dinyalakan dalam satu dekade. Orang-orang mulai sadar bahwa dunia yang bersyukur adalah dunia yang bahagia, dan kita semua punya kesempatan dengan menggunakan metode sederhana: berhenti, lihat, maju, untuk mengubah dunia, untuk menjadikannya tempat yang bahagia. Dan inilah yang saya harapkan untuk kita semua, dan jika pembicaraan ini sedikit saja telah membuat Anda ingin melakukan hal yang sama, berhenti, lihat, maju.

14:15 Terima kasih.

14:16 (Tepuk tangan)