Return to the talk Return to talk

Transcript

Select language

Translated by Resiana Rawinda
Reviewed by Dewi Barnas

0:11 Pada setiap tahapan hidup kita, kita mengambil keputusan yang akan berdampak besar pada diri kita di masa yang akan datang, dan ketika kita tiba di masa itu, kita tidak selalu senang dengan keputusan kita di masa lalu. Anak muda mengeluarkan banyak uang untuk menghilangkan tato yang dibayar para remaja dengan cukup mahal. Yang setengah baya beramai-ramai menceraikan pasangan yang buru-buru dinikahinya ketika muda. Orang muda bekerja keras menghamburkan uang yang orang setengah baya susah dapatkan. Dan begitu seterusnya. Satu pertanyaan yang menggugah saya sebagai psikolog adalah, mengapa kita mengambil keputusan yang seringkali kita sesalkan di masa yang akan datang?

0:49 Menurut saya salah satu alasannya -- saya akan coba meyakinkan Anda -- adalah kita mempunyai kesalah-pahaman mendasar tentang kekuatan waktu. Anda semua tahu bahwa laju perubahan semakin lambat seiring perkembangan usia, sehingga anak-anak seakan berubah setiap menit, tapi orang tua Anda tampaknya berubah setiap tahun Tetapi apa nama dari titik magis ini ketika perubahan hidup tiba-tiba berubah dari melaju kencang menjadi merangkak? Apakah itu masa remaja? Usia paruh baya? Masa tua? Jawabannya, ternyata, bagi kebanyakan orang, adalah masa sekarang, dimana pun masa sekarang bagi Anda. Yang saya ingin sampaikan hari ini adalah kita semua terjebak dalam sebuah ilusi, ilusi dimana sejarah pribadi kita baru saja berakhir, dan kita sudah mencapai apa yang ditakdirkan bagi diri kita dan kita akan menjadi orang ini untuk selamanya.

1:43 Saya akan menunjukkan data untuk mendukung pernyataan ini. Ini adalah studi tentang perubahan dalam nilai-nilai yang dipegang seseorang. Ada tiga nilai. (kesenangan, sukses, dan kejujuran) Anda semua memegang nilai-nilai ini, tapi mungkin Anda menyadari bahwa seiring perubahan usia, keseimbangan diantara ketiga nilai tersebut berubah. Bagaimana ini terjadi? Kami bertanya kepada ribuan orang. Kami meminta setengah responden memprediksikan seberapa banyak nilai-nilai mereka akan berubah dalam 10 tahun ke depan, dan sisanya seberapa nilai-nilai mereka telah berubah 10 tahun terakhir. Dari sini kami dapat mengambil analisa yang menarik karena kami dapat membandingkan prediksi seseorang,yang katakanlah berusia 18 tahun dengan laporan orang berusia 28 tahun, dan melakukan analisa seperti itu sepanjang rentang usia.

2:24 Inilah yang kami temukan Pertama, Anda benar, perubahan melambat seiring bertambahnya usia. Tapi kedua, Anda salah, karena perubahan itu tidak selambat yang kita duga Dari umur 18 sampai 68 pada sampel kami, sebagian besar orang meremehkan berapa banyak mereka akan berubah dalam 10 tahun mendatang. Kami menyebut fenomena ini ilusi "akhir dari sejarah." Untuk menggambarkan seberapa penting ilusi ini, Anda dapat menghubungkan kedua garis ini dan Anda akan melihat bahwa orang berusia 18 tahun memproyeksikan perubahan sama banyaknya dengan mereka yang berusia 50 tahun.

3:00 Dan tidak hanya dalam hal nilai hidup, tapi juga hal lainnya. Misalnya kepribadian. Kebanyakan Anda tahu para psikolog sekarang mengatakan ada 5 dimensi mendasar dalam kepribadian: neurotik, terbukaan terhadap pengalaman, keramahan, ekstrovert, dan berhati-hati. Dalam studi kami, kami bertanya bagaimana mereka memproyeksikan perubahan dalam 10 tahun ke depan, dan berapa banyak mereka telah berubah dalam 10 tahun terakhir, dan yang kami temukan adalah -- sekali lagi diagram ini -- karena laju perubahan benar-benar melambat seiring berjalannya waktu tetapi pada usia berapa pun, mereka menganggap remeh seberapa besar kepribadian mereka akan berubah dalam satu dekade ke depan.

3:40 Dan ini bukan hanya terjadi pada hal-hal abstrak seperti nilai dan kepribadian. Anda juga bisa menanyakan apa yang mereka sukai dan tidak sukai, kesukaan mereka. Misalnya, sebutkan nama teman baik Anda, liburan yang Anda senangi, hobi Anda, musik kegemaran Anda. Mereka dapat menjawab dengan mudah. Kami bertanya pada sebagian dari mereka, "Apakah menurut Anda hal itu akan berubah dalam 10 tahun ke depan?" dan kepada setengah lainnya "Apakah hal itu berubah dalam 10 tahun terakhir?" Dan temuan kami, Anda sudah melihatnya dua kali, dan ini sekali lagi: Mereka memprediksi teman mereka sekarang adalah teman mereka 10 tahun mendatang, liburan yang mereka nikmati sekarang akan tetap mereka nikmati 10 tahun lagi. Namun, mereka yang 10 tahun lebih tua mengatakan, "Semua itu sudah berubah."

4:26 Apa ini semua penting? Apakah ini sekedar prediksi yang meleset dan tidak ada konsekuensinya? Tidak, ini penting. Dan saya akan mencontohkan bagi Anda. Ini menyulitkan kita untuk mengambil keputusan penting dalam banyak hal. Coba pikirkan musisi kesukaan Anda hari ini, dan musisi kesukaan Anda 10 tahun yang lalu. Saya akan menampilkan musisi kesukaan saya di layar. Kami bertanya pada responden untuk memprediksi dan mengatakan berapa banyak mereka bersedia membayar sekarang juga untuk menonton konser musisi kesukaan mereka 10 tahun yang akan datang, dan rata-rata, mereka bersedia membayar 129 dolar untuk satu tiket. Namun ketika kami bertanya berapa yang akan mereka keluarkan untuk menonton konser musisi yang mereka sukai 10 tahun lalu hari ini, mereka bilang hanya 80 dolar. Dalam dunia yang rasional sempurna, angkanya harusnya sama, tapi kita membayar lebih besar untuk kesempatan memanjakan kesukaan kita sekarang karena kita menilai tinggi stabilitasnya.

5:23 Kenapa ini terjadi? Kami tidak sepenuhnya yakin, tapi mungkin berkaitan dengan kemudahan untuk mengingat versus kesulitan untuk berimajinasi. Sebagian besar kita dapat mengingat diri kita 10 tahun lalu, tapi sulit bagi kita untuk membayangkan diri kita di masa depan, dan karena kita tak bisa membayangkannya, kita salah paham menganggapnya tak mungkin terjadi. Maaf, ketika seseorang berkata, "Saya tak bisa membayangkannya." biasanya mereka mengacu pada ketidak-mampuan mereka berimajinasi, bukan kecilnya peluang sesuatu terjadi.

5:52 Pada dasarnya, waktu adalah kekuatan yang sangat kuat Waktu mengubah pilihan-pilihan kita. Waktu mengubah nilai-nilai kita. Waktu mengubah kepribadian kita. Tampaknya kita menerima fakta ini, namun hanya dalam retrospeksi. Hanya ketika kita melihat ke belakang kita menyadari berapa banyak perubahan yang terjadi dalam satu dekade. Seakan-akan, bagi sebagian besar kita masa sekarang adalah waktu magis. Sebuah batasan dalam rentang waktu. Momentum dimana kita akhirnya menjadi diri kita. Manusia adalah sebuah karya yang belum selesai, tetapi mereka pikir mereka sudah selesai. Diri Anda saat ini bersifat sementara, sama fananya seperti berbagai fase diri Anda sebelumnya. Satu-satunya hal yang konstan dalam hidup kita adalah perubahan.

6:39 Terima kasih.

6:41 (Tepuk tangan)