Return to the talk Return to talk

Transcript

Select language

Translated by Antonius Yudi Sendjaja
Reviewed by Yustina Suryanti

0:11 Saya mencari nafkah dengan menyeret kereta salju sehingga saya tidak perlu banyak belajar hal-hal sulit namun saya akan membacakan pertanyaan dari sebuah wawancara pada awal tahun ini: "Secara filosofis, apakah pasokan informasi yang terus menerus mencuri kemampuan kita untuk membayangkan atau menggantikan cita-cita kita? Bagaimanapun, jika sudah ada orang yang melakukan hal itu dan kita dapat terlibat secara virtual, untuk apa bersusah payah keluar rumah?"

0:38 Saya biasanya dianggap sebagai penjelajah kutub. Saya tidak yakin itu adalah pekerjaan paling maju di abad ke-21, namun saya menghabiskan lebih dari 2 persen dari seluruh hidup saya tinggal di tenda di dalam lingkaran Arktik, jadi saya cukup sering keluar rumah. Dan memang aslinya saya rasa saya seorang pelaksana, bukan sebagai penonton atau pemikir, dan itulah dikotomi, teluk antara gagasan dan tindakan yang akan saya coba jelaskan secara singkat.

1:10 Jawaban paling dasar dari pertanyaan "mengapa?" yang telah mengikuti saya selama 12 tahun terakhir saya akui berasal dari pria yang tampak gagah yang berdiri di belakang sana, orang kedua dari kiri. George Lee Mallory. Banyak dari Anda yang akan mengenalnya. Pada tahun 1924, dia terakhir kali terlihat menghilang di balik awan di dekat puncak Gunung Everest. Mungkin saja dia adalah orang pertama yang mendaki Gunung Everest 30 tahun lebih awal daripada Edmund Hillary. Tidak ada yang tahu jika dia mencapai puncak. Itu masih misteri. Namun dia menyampaikan ungkapan ini, "Karena itu ada di sana." Saya tidak yakin dia benar-benar mengatakannya. Ada sedikit bukti akan hal itu, namun yang dia katakan jauh lebih ramah, saya mencetak naskah ini, saya akan membacanya,

1:50 "Pertanyaan pertama yang akan anda tanyakan yang harus saya coba jawab adalah Apa gunanya mendaki Gunung Everest? Dan jawaban saya adalah tidak ada gunanya. Tidak ada peluang untuk mendapat keuntungan apapun. Oh, mungkin kita bisa sedikit mempelajari perilaku tubuh manusia di tempat tinggi dan mungkin para pekerja kesehatan dapat mengubah pengamatan kami menjadi sesuatu yang berguna di bidang penerbangan, namun selain itu tidak ada lagi. Kami tidak akan membawa pulang emas, perak, permata, batubara, ataupun besi. Kami tidak akan menemukan daerah yang bisa ditanami dengan benih makanan. Jadi itu tidak ada gunanya. Jika anda tidak dapat mengerti bahwa ada sesuatu dalam diri manusia yang menanggapi tantangan gunung ini dan pergi menemuinya, bahwa perjuangan ini adalah perjuangan hidup itu sendiri untuk terus menuju ke atas anda tidak akan tahu mengapa kami pergi. Apa yang kita dapat dari petualangan ini hanyalah kesenangan, dan bagaimanapun, kesenangan itu, adalah akhir dari hidup. Kita tidak hidup untuk makan dan mencari uang. Kita makan dan mencari uang untuk dapat menikmati hidup. Itulah arti dan tujuan kehidupan ini."

3:00 Ungkapan Mallory bahwa meninggalkan rumah dan memulai petualangan besar sungguh menyenangkan tidak benar-benar cocok dengan pengalaman saya sendiri. Tempat terjauh dari pintu depan rumah saya yang pernah saya kunjungi adalah pada musim semi 2004, saya masih tidak tahu apa yang merasuki saya, namun saat itu saya berencana menyeberangi Samudera Arktik sendirian. Saya berencana untuk berjalan dari pantai utara Rusia ke Kutub Utara, lalu melanjutkan perjalanan hiingga ke pantai utara Kanada Tidak ada orang yang pernah melakukannya. Saat itu saya berusia 26 tahun. Banyak ahli yang mengatakan hal itu tidak mungkin dan ibu saya sudah pasti tidak mendukung gagasan itu. (Tawa)

3:39 Perjalanan dari stasiun cuaca kecil di pantai utara Siberia hingga ke titik awal terakhir saya di tepi es, di pantai Samudera Arktik memakan waktu sekitar 5 jam, dan jika ada orang yang melihat Felix Baumgartner yang pemberani menuju ke atas, sebelum terjun, Anda akan menghargai rasa takut saat saya duduk di helikopter yang menuju ke utara, dan perasaan, jika mungkin, dari malapetaka yang akan segera terjadi. Saya duduk di sana berpikir tentang apa yang sudah saya lakukan. Ada sedikit kegembiraan, kesenangan. Saya berusia 26 tahun, saya ingat saya melihat kereta luncur saya. Saya sudah siap berangkat. Saya memiliki telepon satelit dan senapan, jika saya diserang oleh beruang kutub. Saya ingat melihat helikopter kedua di luar jendela. Kami sama-sama pergi menuju pagi Siberia yang luar biasa ini dan sebagian dari diri saya merasa seperti gabungan antara Jason Bourne dan Wilfred Thesiger. Sebagian dari diri saya merasa bangga, namun saya lebih merasa takut.

4:35 Dan perjalanan itu memakan waktu 10 minggu, 72 hari. Saya tidak melihat siapapun. Kami mengambil foto ini di dekat helikopter. Setelah itu, saya tidak melihat siapapun dalam 10 minggu. Kutub Utara berada di tengah laut, jadi saya berjalan melalui permukaan Samudera Arktik yang beku. NASA menyebutkan kondisi saat itu adalah kondisi terburuk yang pernah terekam. Saya menyeret 180 kilogram makanan, bahan bakar, dan perlengkapan. Suhu rata-rata selama satu minggu itu adalah -35 derajat. Paling rendah -50 derajat. Jadi kembali, tidak banyak kegembiraan yang dirasakan.

5:07 Namun salah satu hal ajaib dalam perjalanan ini adalah karena saya berjalan di atas laut di atas kerak es yang mengapung dan bergerak di atas permukaan Samudera Arktik, itulah lingkungan yang terus menerus berubah. Es itu selalu bergerak, pecah, dan membeku kembali, jadi pemandangan yang saya lihat selama hampir 3 bulan sungguh unik bagi saya. Tidak ada orang yang pernah melihat suasana, pemandangan yang saya lihat selama 10 minggu itu. Dan saya rasa, hal itu adalah alasan terbaik untuk meninggalkan rumah. Saya dapat mencoba menceritakannya namun Anda tidak akan pernah tahu dan semakin saya mencoba menjelaskan bahwa saya merasa kesepian, saya adalah satu-satunya orang di daerah seluas 5,4 juta mil persegi, suhunya sangat dingin, hampir mencapai -75 derajat, disertai angin dingin saat cuaca buruk, saya semakin tidak dapat mengungkapkannya dengan kata-kata. Dan tampaknya, dengan melakukannya, Anda tahu, mencoba mengalami, terlibat, dan berusaha ketimbang melihat dan membayangkan, di sanalah daging kehidupan sebenarnya akan ditemukan, jus yang dapat kita minum dari waktu hidup kita. Namun saya ingin menambahkan peringatan di sini. Dalam pengalaman saya, ada sesuatu tentang merasakan kehidupan pada batas kemanusiaan dapat membuat Anda kecanduan. Saya tidak bermaksud bahwa hal-hal macho dan sembrono bergaya Edward saja, namun juga dalam hal kanker pankreas, ada sesuatu yang membuat Anda kecanduan, dan bagi saya saya rasa penjelajahan kutub mungkin tidak terlalu jauh dari kebiasaan buruk. Saya tidak dapat menjelaskan hal itu kecuali Anda mencobanya, namun hal ini dapat membuat Anda menghabiskan semua uang yang Anda dapatkan, menghancurkan semua hubungan yang Anda miliki, jadi berhati-hatilah dengan cita-cita Anda.

6:56 Mallory mengatakan bahwa ada sesuatu dalam diri manusia yang menanggapi tantangan dari gunung itu, dan saya ingin tahu apakah ada sesuatu di dalam tantangan itu sendiri, terutama dalam perjuangan, dalam tantangan besar yang belum dapat diselesaikan oleh manusia, yang memanggil kita, dan dalam pengalaman saya, hal itu benar. Ada satu tantangan yang belum selesai yang memanggil saya dalam sebagian besar masa dewasa saya.

7:19 Banyak dari Anda akan tahu kisahnya. Inilah foto dari Kapten Scott dan timnya. 100 tahun lalu Scott pergi untuk mencoba menjadi orang pertama yang mencapai Kutub Selatan. Tidak ada yang tahu ada apa di sana. Tempat itu sama sekali belum dipetakan pada saat itu. Kita tahu lebih banyak tentang permukaan bulan dibandingkan apa yang ada di tengah Antartika. Scott, seperti yang Anda tahu, dikalahkan oleh Roald Amundsen dan tim Norwegianya, yang menggunakan anjing dan kereta luncur. Scott hanya berjalan kaki, mereka berlima memakai baju zirah dan menyeret kereta luncur dan mereka sampai di kutub dan menemukan bendera Norwegia sudah ada di sana. Saya membayangkan betapa pahit dan jatuhnya semangat mereka. Mereka berlima kembali dan mulai berjalan ke pantai dan semuanya tewas dalam perjalanan pulang itu.

7:58 Kini ada semacam kesalahpahaman bahwa semua hal dalam penjelajahan dan petualangan telah dilakukan. Saat saya berbicara tentang Antartika orang-orang sering berkata, "Anda tahu, itu menarik bukankah pembawa acara Blue Peter baru melakukannya dengan sepeda?" Atau, "Itu menarik. Anda tahu, nenek saya akan pergi ke Antartika tahun depan. Anda tahu, mungkin anda bertemu nenek saya di sana." (Tawa)

8:21 Namun perjalanan Scott tetap belum selesai. Belum ada orang yang pernah berjalan dari pantai Antartika sampai ke Kutub Selatan dan kembali. Itu dapat dikatakan hal paling berani dari jaman emas penjelajahan Edward dan bagi saya, tampaknya hal itu seharusnya sudah sejak lama dilakukan, mengingat semua hal yang telah kita temukan dalam abad ini dari kecurangan hingga panel surya, seharusnya sudah lama ada orang yang melakukannya. Jadi itulah tepatnya hal yang saya rencanakan.

8:46 Tahun depan di bulan Oktober, saya akan memimpin 3 orang. Kami memerlukan waktu sekitar 4 bulan untuk perjalanan ini. Itulah ukurannya. Garis merah ini adalah setengah jalan menuju ke kutub. Kami harus memutar balik dan kembali lagi. Saya sangat sadar ironi dari menceritakan bahwa kami akan menulis blog dan berkicau. Anda tetap dapat hidup secara virtual dalam perjalanan ini, di mana tidak ada yang dapat melakukan hal ini sebelumnya. Dan akhirnya empat bulan ini akan menjadi peluang bagi saya untuk menemukan jawaban dari pertanyaan dasar, "Mengapa?"

9:13 Dan hidup kita saat ini lebih aman dan nyaman dibandingkan sebelumnya. Sudah pasti tidak ada banyak seruan bagi para petualang. Penasihat karir saya di sekolah tidak pernah menyebutkan hal ini sebagai pilihan. Contohnya, jika saya ingin tahu ada berapa banyak bintang di Galaksi Bimasakti, berapa usia dari kepala raksasa di Pulau Paskah, kebanyakan dari Anda dapat menemukan jawabannya tanpa perlu berdiri. Namun, jika ada yang saya pelajari dari menarik barang berat di tempat dingin selama 12 tahun, itu adalah bahwa ilham dan perkembangan hanya datang dari tantangan dan kesulitan, dari melangkah keluar dari apa yang nyaman dan akrab dan melangkah menuju hal yang tidak kita ketahui. Dalam hidup, kita semua meiliki badai dan kutub untuk ditaklukkan, dan saya yakin setidaknya ada keuntungan yang dapat kita ambil dari keluar rumah sedikit lebih sering, jika kita dapat mengumpulkan keberanian, saya sudah pasti ingin mengajak Anda membuka pintu itu sedikit dan melihat ada apa di luar sana. Terima kasih. (Tepuk tangan)