Return to the talk Return to talk

Transcript

Select language

Translated by Yusuf Gandhi Putra
Reviewed by Dewi Barnas

0:11 Kita hidup di dunia yang sangat sibuk. Laju kehidupan terkadang begitu membingungkan, pikiran kita selalu sibuk, dan kita selalu sedang melakukan sesuatu.

0:19 Mempertimbangkan hal itu, saya ingin Anda berhenti sejenak dan berpikir, kapan terakhir kali Anda tidak melakukan apapun? 10 menit saja, tanpa gangguan? Maksud saya benar-benar tidak melakukan apa-apa. Tidak mengirim surat elektronik, SMS, internet, menonton TV, mengobrol, makan minum, membaca, bahkan juga tidak sedang mengingat masa lalu atau merencanakan masa depan. Benar-benar tidak melakukan apapun. Saya melihat banyak yang termenung. (Tertawa) Tebakan saya, mungkin sudah sangat lama sekali.

0:51 Menakjubkan, bukan? Kita berbicara tentang pikiran kita. Pikiran, sumber daya kita yang paling berharga, dengannya kita merasakan setiap pengalaman dalam hidup kita, pikiran yang kita andalkan untuk merasa bahagia, puas, dan seimbang sebagai seorang individu dan pada saat yang bersamaan, untuk bersikap ramah dan bijaksana, serta bertenggang rasa dalam hubungan kita dengan orang lain. Pikiran yang sama yang kita andalkan untuk berkonsentrasi, kreatif, bersikap spontan, dan melakukan yang terbaik dalam apapun yang kita lakukan. Namun, kita tidak punya waktu untuk memeliharanya. Pada kenyataannya, kita lebih banyak menghabiskan waktu memelihara mobil, pakaian, atau rambut kita -- baiklah, mungkin bukan rambut, tapi Anda tahu arah pembicaraan saya.

1:38 Sudah pasti, kita menjadi stres sebagai hasilnya. Anda tahu, pikiran kita berputar seperti mesin cuci yang terus berputar, dengan berbagai perasaan yang sulit dan membingungkan, dan kita tidak benar-benar tahu cara mengatasinya, dan sayangnya kita begitu teralihkan sehingga kita tidak lagi benar-benar "ada" di dunia tempat kita tinggal. Kita melewatkan hal-hal yang paling penting bagi kita dan yang lebih gila lagi adalah semua orang menganggap bahwa begitulah hidup, jadi kita harus jadi terbiasa. Seharusnya tidak begitu.

2:12 Jadi, usia saya sekitar 11 tahun ketika pertama kali saya datang ke kelas meditasi. Dan percayalah, semua hal klise yang Anda bayangkan itu benar, duduk bersila di lantai, aroma dupa, teh herbal, vegetarian, semuanya, tapi Ibu saya pergi ke sana dan saya ingin tahu, jadi saya ikut ke sana. Saya juga sudah menonton beberapa film kung fu dan diam-diam saya berpikir mungkin saya dapat belajar terbang, tapi waktu itu saya masih sangat muda. Saat saya di sana, mungkin seperti kebanyakan orang saya menganggap itu hanya seperti obat sakit kepala bagi pikiran. Kalau Anda stres, Anda bermeditasi. Saya tidak benar-benar berpikir bahwa meditasi bisa menjadi semacam langkah preventif, sampai ketika saya berusia 20 tahun, saat beberapa hal terjadi dalam hidup saya dalam waktu singkat, beberapa peristiwa serius yang menjungkir-balikkan kehidupan saya begitu saja dan tiba-tiba saja saya dibanjiri dengan berbagai pemikiran, dibanjiri dengan berbagai emosi sulit yang tidak dapat saya atasi. Setiap kali saya berhasil mengatasi satu hal, masalah lain akan muncul lagi ke permukaan. Benar-benar saat yang sangat sulit bagi saya.

3:12 Saya rasa kita semua menghadapi stres secara berbeda. Ada orang yang akan menyibukkan diri dengan pekerjaan sebagai pelarian. Ada orang yang akan berpaling pada sahabat mereka, atau keluarga untuk mencari dukungan. Ada orang yang mabuk-mabukan, atau meminum obat. Cara saya untuk mengatasinya adalah dengan menjadi biarawan. Jadi saya berhenti kuliah dan pergi ke Pegunungan Himalaya, saya menjadi biarawan, dan mulai belajar meditasi.

3:39 Orang-orang sering bertanya apa yang saya pelajari saat itu. Yang jelas, keputusan itu mengubah banyak hal. Coba saja, menjadi biarawan yang tidak menikah akan mengubah beberapa hal. Namun lebih dari itu. Menjadi biarawan mengajarkan saya -- untuk lebih menghargai dan memahami kejadian "saat ini". Maksud saya adalah tidak tersesat dalam pemikiran, tidak teralihkan, tidak kewalahan karena perasaan yang rumit, namun belajar bagaimana untuk berada di sini, pada saat ini, bagaimana caranya menjadi sadar, menjadi "ada".

4:15 Saya rasa banyak orang memandang remeh keadaan "saat ini" Kedengarannya begitu biasa, namun kita sedikit sekali menghabiskan waktu pada "saat ini" sehingga ia menjadi tidak biasa. Satu studi penelitian di Harvard baru-baru ini mengatakan bahwa 47% dari waktu kita pikiran kita rata-rata tidak terfokus. Empat puluh tujuh persen. Pada saat yang sama, kondisi pikiran melayang-layang secara konstan ini juga menjadi penyebab langsung dari ketidak-bahagiaan. Memang kita tidak ada di bumi ini selama itu, tapi menghabiskan hampir setengah hidup kita dengan pikiran melayang dan mungkin tidak begitu bahagia, entahlah, tapi bagi saya terasa agak tragis. terutama jika ada yang dapat kita lakukan untuk memperbaikinya, di mana ada teknik yang positif, praktis, dan mudah dicapai yang telah terbukti secara ilmiah yang memungkinkan pikiran kita menjadi lebih sehat, menjadi lebih sadar dan lebih tidak gampang teralihkan. Dan bagusnya adalah, meski ia hanya memerlukan waktu 10 menit setiap hari, solusi ini berdampak pada seluruh hidup kita. Namun kita harus tahu cara melakukannya. Kita perlu latihan. Kita perlu kerangka kerja untuk belajar bagaimana untuk menjadi lebih sadar. Itulah hakikat dari meditasi, Meditasi mengakrabkan diri kita sendiri dengan kejadian saat ini. Namun kita juga harus tahu pendekatan yang tepat untuk mendapat hasil yang terbaik. Dan untuk itulah saya membawa bola-bola ini, seandainya Anda bertanya-tanya, karena kebanyakan orang menganggap bahwa meditasi adalah untuk menghentikan pikiran, menghilangkan emosi, dan entah bagaimana mengendalikan pikiran, tapi sebenarnya meditasi cukup berbeda dari gambaran itu. Meditasi lebih seperti melangkah mundur, melihat pikiran dengan lebih jelas, menyaksikannya datang dan pergi, emosi yang datang dan pergi, tanpa menghakimi, namun dengan pikiran yang santai dan terfokus.

6:04 Jadi contohnya, saat ini, jika saya terlalu berkonsentrasi pada bola-bola ini, tidak mungkin saya dapat santai dan berbicara dengan Anda pada saat yang bersamaan. Sama juga, jika saya terlalu santai berbicara dengan Anda, tidak mungkin saya bisa berkonsentrasi pada bola-bola ini. Saya akan menjatuhkannya. Dalam hidup, dan dalam meditasi, akan ada saat-saat di mana Anda menjadi terlalu fokus, dan hidup mulai terasa seperti ini. Hidup seperti ini sangatlah tidak nyaman, ketika Anda menjadi tegang seperti ini dan stres. Pada waktu lainnya, mungkin kita terlalu rileks dan mengangkat kaki dari pedal gas kehidupan dan semuanya mulai sedikit terlihat seperti ini. Tentu saja dalam meditasi -- (mendengkur) -- pada akhirnya kita akan tertidur. Jadi kita harus mencari keseimbangan, relaksasi yang terfokus di mana kita dapat membiarkan pikiran datang dan pergi tanpa terlibat seperti biasanya.

6:50 Nah, yang biasanya terjadi saat kita belajar untuk lebih sadar adalah kita terganggu oleh suatu pemikiran. Anggaplah ini sebagai pemikiran gelisah. Jadi semuanya berjalan baik-baik saja, namun lalu kita mendapati satu pikiran gelisah, dan kita menjadi, "Oh, saya tidak sadar bahwa saya khawatir akan hal itu." Anda lalu kembali dan mengulanginya, "Oh, saya khawatir. Oh, saya betul-betul khawatir, Wow, ada begitu banyak yang saya khawatirkan." Dan sebelum kita menyadarinya, kita khawatir tentang perasaan khawatir. Anda tahu, ini gila. Kita melakukannya setiap saat, bahkan setiap hari. Kalau Anda ingat-ingat, misalnya, terakhir kali gigi Anda goyang. Anda tahu giginya goyang dan Anda tahu itu sakit. Tapi apa yang Anda lakukan setiap 20-30 detik? (Bergumam) Sakit, ya. Dan kita memperkuat jalan ceritanya bukan? Dan kita terus-menerus berkata pada diri kita sendiri, dan kita selalu melakukannya. Dan hanya dengan belajar memperhatikan pikiran kita seperti ini, kita dapat mulai melepaskan diri dari jalan cerita dan pola pikiran seperti itu. Tapi ketika Anda duduk dan memperhatikan pikiran seperti ini, Anda mungkin akan melihat berbagai pola. Anda mungkin akan menemukan pikiran yang benar-benar melelahkan dan -- terus-menerus. Jangan terkejut jika Anda merasa tubuh Anda sedikit gelisah saat Anda duduk diam dan tidak melalukan apa pun, lalu pikiran Anda terasa seperti itu. Anda mungkin menemukan pemikiran yang sangat menjemukan dan membosankan, seperti mesin, seakan-akan Anda hanya bangun, bekerja, makan, tidur, bangun, bekerja. Atau mungkin satu pikiran kecil yang mengganggu dan terus berputar-putar di pikiran Anda. Apapun itu, meditasi menawarkan kesempatan, potensi untuk melangkah mundur dan melihat dari sudut pandang yang berbeda bahwa semuanya tidak selalu seperti yang terlihat. Kita tidak dapat mengubah setiap hal kecil yang terjadi pada kita dalam hidup, namun kita dapat mengubah bagaimana kita menjalaninya. Itulah potensi dari meditasi, dari kesadaran penuh. Anda tidak perlu membakar dupa, dan yang pasti Anda tidak perlu duduk di lantai. Anda hanya perlu 10 menit saja setiap hari untuk mundur, dan mengakrabkan diri Anda dengan keadaan saat ini sehingga Anda memiliki kontrol yang lebih besar untuk menjadi lebih fokus, tenang, dan memiliki kejelasan dalam hidup Anda.

9:08 Terima kasih banyak. (Tepuk tangan)